DKP Sumbar Tanam Mangrove dan Cemara Laut

Metro- 01-09-2021 20:39
Kepala DKP Sumbar, Desniarti, mendampingi Gubernur Mahyeldi Ansharullah,menanam mangrove di Nagari Maligi Kecamatan Sasak Ranah Pesisir, Pasbar, Rabu (1/9). (Dok : Istimewa)
Kepala DKP Sumbar, Desniarti, mendampingi Gubernur Mahyeldi Ansharullah,menanam mangrove di Nagari Maligi Kecamatan Sasak Ranah Pesisir, Pasbar, Rabu (1/9). (Dok : Istimewa)

Penulis: Fajril

Pasbar, Arunala - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumbar terus melakukan berbagai upaya antisipasi mengatasi dan memitigasi bencana wilayah pesisir. Salah satu kegiatan rutin dilakukan di antaranya penanaman mangrove dan cemara laut.

"Penanaman mangrove dan cemara laut itu sudah dilakukan sejak tahun 2006. Dimulai dari Pesisir Selatan sampai Pasaman Barat," kata Kepala DKP Sumbar, Desniarti usai penanaman mangrove dan cemara laut.

Ia mengatakan peran serta masyarakat dibutuhkan dalam upaya melestarikan lingkungan pesisir. Sebelum dilakukan penanaman, dilakukan identifikasi melalui survei lokasi ke kabupaten dan kota yang mengusulkan untuk penanaman cemara laut atau mangrove.

Baca Juga

Setelah penentuan lokasi, dilanjutkan sosialisasi kepada masyarakat sekitarnya. Dengan harapan agar nantinya ikut berpartisipasi dalam penanaman dan pemeliharaan cemara.

"Itu diwujudkan dengan dibentuknya kelompok masyarakat binaan. Hingga saat ini sudah ditanami sebanyak 17.020 batang cemara laut dan 80.500 batang mangrove," tambah Desniarti.

Ia mengatakan cemara laut yang tumbuh dengan baik telah mengubah kawasan pesisir menjadi ruang terbuka hijau (greenbelt) dan mampu menahan angin laut dan menyejukkan pantai.

Dampak dari penanaman cemara laut ini sudah terlihat bagus. Hal itu bisa diukur saat terjadi abrasi pesisir beberapa bulan lalu. Ternyata, di daerah yang tidak ada cemara lautnya terjadi abrasi sangat besar dan kuat sehingga pantai tergerus dan merusak ekosistim pesisir.

"Dampak lain yaitu tumbuhnya sumber ekonomi baru berupa berkembangnya kawasan pariwisata yang menumbuhkan ekonomi lokal," ungkapnya.

Ekosistem mangrove yang telah tumbuh dengan subur memiliki manfaat ekologi, ekonomi, maupun sosial yang sangat dirasakan dalam kehidupan masyarakat pesisir.

"Mangrove mampu mengurangi erosi pantai, sebagai tempat tinggal habitat jenis satwa, serta mengurangi karbon," sebut doktor jebolan IPB itu.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah mengatakan konsultasi pemprov dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), mangrove dan cemara laut ini efektif sebagai penahan gelombang jika terjadi tsunami.

"Lingkungan mangrove juga bisa dimanfaatkan untuk pariwisata," sebutnya. Ia mengatakan mangrove dan cemara laut lebih efektif dari sea wall atau dinding laut sehingga penanamannya digalakkan di sepanjang pantai di Sumbar yang memiliki ancaman tsunami.

Beberapa daerah yang telah memiliki "hutan mangrove" memanfaatkannya untuk pariwisata dengan membangun akses jalan dari papan. Seperti dermaga sehingga wisatawan bisa menikmati suasana asri dan aneka ragam satwa seperti burung yang menghuni hutan mangrove tersebut.

"Potensi wisata ini akan memiliki efek domino terhadap perekonomian karena akan tumbuh UMKM serta pusat kuliner di sekitarnya," ujar Mahyeldi seraya mengatakan selain itu hutan mangrove juga akan melindungi pantai dari ancaman abrasi sehingga bisa pula dimanfaatkan untuk usaha tambak udang. (*)

Komentar