Keltan Didorong Dirikan Corporate Desa

Ekonomi- 26-12-2021 06:37
Ketua DPRD Sumbar, Supardi secara simbolis serahkan bantuan sapi dan itik kepada delapan keltan di Kota Payakumbuh, Sabtu siang (25/12). (Dok : Istimewa)
Ketua DPRD Sumbar, Supardi secara simbolis serahkan bantuan sapi dan itik kepada delapan keltan di Kota Payakumbuh, Sabtu siang (25/12). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Padang, Arunala - Delapan kelompok tani (keltan) yang ada di Kota Payakumbuh menerima bantuan puluhan ekor sapi dan puluhan ribu itik yang disalurkan Ketua DPRD Sumbar, Supardi, Sabtu siang (25/12).

Terhadap bantuan ternak itu, Supardi menginginkan agar keltan yang terima bantuan itu bisa menerapkan program corporate nantinya.

"Selama ini, kelompok tani yang ada di Kota Payakumbuh cenderung berjalan sendiri-sendiri, bahkan terjadi persaingan yang tidak sehat. Dengan menerapkan program corporate desa yang digagas Kementerian Pertanian, maka kelompok tani bisa disatukan dalam bentuk perusaahan dan mengelola sektor usaha dari hulu ke hilir," katanya kepada media di Padang sekembali dari Payakumbuh.

Baca Juga

Dia merincikan, jumlah bantuan sapi sebanyak 40 ekor untuk empat kelompok tani, satu kelompok tani mendapatkan 10 ekor sapi, untuk itik berjumlah 10,000 juga diserahkan untuk empat kelompok, satu kelompok mendapatkan 2,500 ekor.

"Jika terwujud pelaksanaan corporate desa, akan memudahkan kelompok-kelompok tersebut akan mudah mendapatkan akses permodalan dari perbankan. Selain itu keberadaannya juga bisa memberikan solusi dari sisi bisnis," ungkap Supardi lagi.

Terkait pertanian, Supardi, menjelaskan sektor ini merupakan program strategis (Progis) Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansarullah yang tertuang dalam RPJMD, penunjang progis tersebut, pemerintah provinsi mengucurkan anggaran puluhan miliar untuk memajukan sektor pertanian.

Banyak bantuan nantinya untuk para keltan masuk didalamnya bantuan sapi dan unggas.

"Bantuan sapi dan itik yang diserahkan itu direalisasikan yang pertama pada RPJMD Mahyeldi-Audy di Kota Payakumbuh, mengingat kota ini akan dijadikan pilot project pengembangan sapi dan itik," harapnya.

Dia mengimbau untuk penerima bantuan, harus sesuai dengan spek yang telah disepakati.

Untuk sapi yaitu jenis Brahman Cross dan simental, jika ada yang tidak sesuai jangan ditanda tangani berita acaranya. Bantuan itik juga disertai dengan pakan dan obat-obat pengembangannya.

Terpisah, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Sumbar, Erinaldi mengatakan, terealisasinya bantuan sapi dan itik untuk delapan keltan di Kota Payakumbuh merupakan anggaran pokok pikiran Supardi yang ditumpangkan ke Disnakkeswan sebesar Rp2 miliar untuk pengadaan 40 sapi dan 10,000 itik.

"Kami juga mendorong kelompok-kelompok tani berkolaborasi dengan corporate desa, karena akan berpeluang mendapatkan KUR dengan bunga 0 persen," ucap Erinaldi.

Dia menambahkan, pengembangan unggas di Kota Payakumbuh bisa dimanfaatkan untuk pencegahan stunting, dengan membagikan telur asin kepada anak anak SD, sehingga mereka bisa terhindar dari hal tersebut.

"Peternakan harua menjadi sektor unggulan yang memberikan manfaat bagi masyarakat secara keseluruhan," pungkas Erinaldi.

Komentar