KI Sumbar Putuskan Dua Perkara SIP

Metro- 12-01-2022 19:54
Ketua Komisi Informasi (KI) Sumbar, Nofal Wiska saat pimpin sidang sengketa informasi publik, Rabu (12/1). (Dok : Istimewa)
Ketua Komisi Informasi (KI) Sumbar, Nofal Wiska saat pimpin sidang sengketa informasi publik, Rabu (12/1). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Padang, Arunala - Dua agenda sidang sengketa informasi (SIP) yang digelar majelis komisioner dari Komisi Informasi (KI) Sumbar menghasilkan dua putusan.

Dua putusan hasil SIP pada Rabu (12/11) itu dibacakan langsung ketua KI Sumbar, Nofal Wiska di dampingi beberapa anggota majelis yang lainnya pada sidang yang dilaksanakan hari itu.

"Pada sidang SIP ini, memang ada dua putusan yang kami keluarkan masing-masing putusan untuk permohonan dengan register 18 tahun 2021 tentang informasi dokumen IMB dan Keterangan Rencana Kota (KRK), serta permohonan dengan register 20 tahun 2021, yang menyoal ahli waris dan dokumen kematian," kata Nofal Wiska saat dihubungi Arunala.com , di Padang, Rabu malam (12/1).

Baca Juga

Nofal menjelaskan, dua pihak yang bersengketa yakni Danil selaku kuasa pemohon dan Pemko Padang sebagai pihak termohon.

"Putusan sidang dengan register 18 menetapkan, informasi yang dimohonkan pemohon merupakan terbuka, dan informasi yang diberikan ke pemohon dengan menghitamkan soal data pribadi yaitu NIK terkait orang lain pada dokumen tersebut," ujar Nofal.

Sedangkan permohonan dengan register 20, imbuh Nofal, majelis komisioner dengan anggota Arif Yumardi dan Adrian Tuswandi memutuskan mengukuhkan tidak diberikan informasi dimaksud kepada pemohon informasi.

"Alasannya, PPID Pemko Padang tidak menjadikan PPID kelurahan sebagai bagiannya, otomatis informasi tidak dikuasai oleh PPID Pemko Padang dan ada kekeliruan prosedur informasi publik atau in persona," lanjut dia.

Atas pembacaan putusan itu, imbuh Nofal, ada waktu 14 hari sejak para pihak sejak menerima putusan untuk menerima atau mengajukan keberatan ke PTUN atau Pengadilan Negeri berdasarkan UU 14 tahun 2008 junto Perma 2 Tahun 2011.

Komentar