Pertanian dan Perdagangan masih Jadi Penggerak Utama

Ekonomi- 18-01-2022 17:00
Wagub Sumbar, Audy Joinaldy bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumbar, Wahyu Purnama saat rapat bersama kepala OPD di lingkup Setprov Sumbar, Selasa (18/1). (Dok : Istimewa)
Wagub Sumbar, Audy Joinaldy bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumbar, Wahyu Purnama saat rapat bersama kepala OPD di lingkup Setprov Sumbar, Selasa (18/1). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Padang, Arunala - Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumbar, Wahyu Purnama dan Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy sama-sama mengaku optimistis tentang pertumbuhan ekonomi (PE) di tahun 2022 ini akan naik.

Ungkapan optimistis bakal naiknya PE Sumbar itu disampaikan Audy dan Wahyu dalam rapat khusus evaluasi pertumbuhan ekonomi sekaligus proyeksi perekonomian tahun 2022 bersama Bank Indonesia dan kepala OPD se Sumbar di Kantor Gubernur, Selasa (18/1).

Di kesempatan itu, Wahyu Purnama memprediksikan PE Sumbar akan tumbuh sekitar 4 - 5 persen di tahun 2021 kemarin. Hal ini sejalan dengan tren perbaikan ekonomi global dan ekonomi nasional seiring dengan percepatan vaksinasi Covid-19.

Baca Juga

Wahyu mengatakan, saat ini vaksinasi dan kebijakan Pemda dalam pemberlakuan protokol kesehatan merupakan salah satu faktor pendorong yang penting bagi normalisasi aktivitas ekonomi. Disamping adanya stimulus fiskal terkait perlindungan sosial, insentif pajak, subsidi listrik dan dukungan pemerintah terhadap UMKM.

Meski demikian, ia menyampaikan bahwa prediksi pertumbuhan ekonomi ke depan masih mungkin direvisi mengingat masih adanya resiko varian baru Covid-19, sehingga perkembangan tidak sesuai harapan.

"Tahun 2020-2021 perekonomian memang tidak mudah untuk diprediksi karena adanya shock-shock yang menyebabkan perkembangan tidak sesuai dengan apa yang diinginkan. Di tahun 2022 ini diharapkan tidak terjadi lagi kendala seperti disebutkan tadi," ujar Wahyu memaparkan.

Lebih lanjut ia menjelaskan, sektor pertanian dan perdagangan masih menjadi penggerak utama perekonomian dengan persentase pangsa sebesara 22.04 persen dan disusul sektor transportasi, konstruksi, serta industri pengolahan sebesar 17.77 persen.

Wahyu juga mengingatkan meski alih fungsi lahan masih terjadi dewasa ini, dan berdampak pada berkurangnya produksi pertanian, mengharuskan sektor ini harus mengembangkan hilirisasi dan ekspor untuk dapat terus meningkatkan produktivitas.

Sedangkan Wagub Sumbar, Audy Joinaldy mengaku Pemprov Sumbar telah menyiapkan strategi mengejar pertumbuhan ekonomi Sumbar di 2022 ini. Ia pun merasa optimistis ekonomi dapat tumbuh hingga 5 persen.

Menurut Audy, saat ini Pemprov Sumbar telah menaikkan anggaran APBD untuk mendorong hilirisasi pertanian. Dengan begitu produksi pertanian baik ekspor maupun domestic selling dihadapkan meningkat.

Demikian juga dengan pengembangan pariwisata, maupun bisinis. Ia mengatakan length of stay wisatawan, didukung iven-iven pariwisata Visit Sumbar 2023 dan investasi murni di sektor bisnis merupakan kunci mengejar pertumbuhan ekonomi.

"Mengejar pertumbuhan ekonomi, jelas butuh banyak uang beredar di Sumbar, kita kuatkan hilirisasi agriculture, sektor pariwisata dan juga bisnis," Audy menegaskan.

Tak hanya itu, disamping strategi pertumbuhan ekonomi, Audy juga berpesan agar para kepala OPD mampu menjaga optimisme warga. Masyarakat harus mengetahui program-program pemerintah.

"Optimisme harus dijaga, dan masyarakat harus tahu apa-apa saja program pemerintah, kemudian dicocokan dengan prediksi pertumbuhan ekonomi dari Bank Indonesia," tutup Audy. (*)

Komentar