Wisata ke Sumbar Jadi lebih Murah

Metro- 22-01-2022 18:54
Mantan Ketua umum Alumni UBH Padang, Ike Agung di depan salah satu armada milik Damri yang ada di BIM, Sabtu (22/1). (Dok : Istimewa)
Mantan Ketua umum Alumni UBH Padang, Ike Agung di depan salah satu armada milik Damri yang ada di BIM, Sabtu (22/1). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Padang, Arunala - Perusahaan angkutan umum milik negara Damri melakukan terobosan dalam memajukan pariwisata Sumatera Barat (Sumbar).

Perusahaan pelat merah ini menghadirkan rute angkutan pulang pergi (PP) ke berbagai tempat wisata yang ada di Sumbar, misalnya, Pariaman, Danau Maninjau, Bukittinggi, Istana Pagaruyung Tanahdatar, Danau Singkarak, Pantai Carocok Painan dan tempat wisata lainnya.

Sedangkan untuk tarifnya, pihak Damri menetapkan dengan harga terjangkau antara Rp25.000 hingga Rp30.000.

Baca Juga

Seperti unggahan yang dikemukakan mantan Ketua umum Alumni UBH Padang, Ike Agung dalam laman medsos miliknya, Sabtu (22/1) sekitar pukul 16.15 WIB.

Di unggahannya itu, Ike Agung menuliskan "Wisata ke Sumatera Barat menjadi lebih Murah". Apa yang dituliskan Ike Agung ini merupakan pengalamannya saat landing di BIM hari itu.

"Seperti biasa cepat cari tempat aman untuk bakar Rokok sebatang, di teras kedatangan dekat parkir Damri atau Tranex jurusan BIM - Pasar Raya Kota Padang yang saat ini sdh tidak operasional sejak Covid melanda negeri," tulisnya.

Lalu dilanjutkan, "Tiba-tiba merapat mobil Hiace terbaru berlebel Damri yang tentunya terbayang sangat nyaman. Saya langsung memperhatikan, ini travel atau jemputan wisata yang umumnya memakai mobil Hiace, selanjutnya saya tertumpu pada bandrol tarif Rp30.000.

Tarif itu cukup murah apresiasi saya dalam hati. Tapi itu ada tertulis jurusan Pariaman dan Maninjau.

"Jadi penasaran, saya mendekat ke supir yang sedang menghadang penumpang yang baru keluar dari ruang kedatangan. "Pak ini tujuan ke Maninjau juga ya?", "Ya" jawab supir, terus saya serang dengan pertanyaan berikut "ongkosnya berapa" dijawabnya "Tigapuluh ribu"," tulis Ike Agung lagi.

Dari pembicaraan serius itu dan info yang didapatkan, angkutan Damri ini akan mengantar penumpang terlebih dulu ke Kota Padang selanjutnya keberangkatan dari BIM ke Maninjau kira-kira jam 15.00 WIB, akan melewati Pariaman, Lubuk Basung (Lubas).

"Kalau mau turun di Pariaman atau Lubas boleh juga dengan tarif yang sama," sebut Ike Agung.

Dirinya menilai, apa yang dibuat pihak Damri itu sebuah terobosan jitu untuk memudahkan wisatawan ke beberapa destinasi wisata di Sumbar yang berbiaya murah.

"Karena tidak semua wisatawan berkantong tebal," ujar Ike Agung yang menuliskan pengalamanya tentang angkutan wisata dari Damri itu.

Dia juga menerangkan, bagi masyarakat yang ingin menikmati layanan ini bisa menghubung pihak Damri itu.

Harus Konsisten dengan Jadwal

Terpisah, Anggota Komisi V DPRD Sumbar, membidangi Pariwisata, Nofrizon menilai terobosan yang dibuat Damri itu cukup bagus untuk memajukan sektor pariwisata di Sumbar.

Selain itu, langkah Damri ini juga bisa memacu pengusaha-pengusaha angkutan lainnya di Sumbar untuk bisa juga memanfaatkan celah yang seperti itu.

"Kalau ini bagus prospeknya, apa salahnya dikembangkan lebih bagus lagi dan sama-sama menguntungkan apalagi dampaknya bisa meningkatkan perekonomian masyarakat," kata Nofrizon.

Tapi lanjutnya, pihak Damri juga harus konsisten dengan jadwal perjalanan yang dibuatnya.

"Justru yang dikhawatirkan, penumpang yang dibawanya sudah diantar, lalu baliknya bagaimana? Rutinitas nggak. Waktunya harus jelas, seperti jadwal kereta api lah, begitu masuk jam keberangkatan tiba, ada atau tidak ada penumpang, ya harus berangkat," tukas Nofrizon.

Dia melanjutkan, meski membuka rute atau trayek tempat-tempat wisata sebagai pangsa pasarnya, namun dirinya menilai, pihak Damri mesti lakukan survey yang matang terhadap terobosan yang dilakukan itu.

"Agar terobosan untuk angkutan wisata itu tidak alami stagnasi nantinya, Dinas Perhubungan (Dishub) Sumbar diminta untuk menata sebagus mungkin agar angkutan wisata ini bisa terus berjalan," kata Nofrizon.

Komentar