Rencana Pembangunan Harus Akomodir Tiga Aspek

Metro- 28-01-2022 11:26
Kepala Bappeda Kota Pariaman, Fadli saat buka musrenbang desa dan kelurahan di Kota Pariaman, Kamis (27/1). (Dok : Istimewa)
Kepala Bappeda Kota Pariaman, Fadli saat buka musrenbang desa dan kelurahan di Kota Pariaman, Kamis (27/1). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Pariaman, Arunala -- Sebanyak 71 desa dan kelurahan di empat kecamatan di Kota Pariaman gelar musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) untuk tahun 2023 mendatang.

Musrenbang desa dan kelurahan ini dijadwalkan tanggal 19 Januari sampai 17 Februari itu bertempat di kantor desa masing-masing.

"Berdasarkan hasil pengamatan kami, banyak usulan pembangunan dari desa dan kelurahan itu berkaitan dengan pembangunan fisik, seperti jalan, drainase, saluran irigasi dan lainnya. Hasil masukan dan aspirasi masyarakat yang telah dimusyawarahkan ini akan disampaikan ke tingkat kecamatan, kota hingga provinsi," ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Pariaman, Fadli di Pariaman, Kamis (27/1).

Baca Juga

Selain masukan, Fadli juga menyampaikan ada beberapa kendala yang ditemui saat musrenbang itu, misalnya usulan terkait pembukaan jalan yang biasanya permasalahan adalah persoalan pembebasan lahan.

Fadli berharap musrenbang terlaksanadengan tidak hanya melibatkan perangkat desa saja tapi seluruh stakeholders yang ada seperti tokoh masyarakat, ninik mamak danalim ulama, dan seluruh elemen masyarakat, sehingga semua permasalahan yang ada dapat terselesaikan.

Dia menerangkan dalam penyusunan perencanaan pembangunan itu ada tiga aspek yang harus dilakukan, aspek aspiratif, aspek teknis dan aspek politis.

"Rancangan awal RKPD itu ada yang top down planning yakni perencanaan dari pemerintah provinsi dan pemerintah pusat dan bottom up planning atau usulan dari hasil musrenbang desa/kelurahan yang diakomodasi perangkat daerah kabupaten kota, terakhir political planning dari pokok-pokok pikiran DPRD dan partisipatif planning atau dengan pelibatan semua pemangku kepentingan ," jelasnya kembali.

Mantan Plt Sekko Pariaman ini juga mengimbau pemerintahan desa dan kelurahan harus mendukung penuh visi dan misi kepala daerah dan program unggulan dalam membangun sumber daya manusia di Kota Pariaman seperti program wajib belajar 12 tahun, program kesehatan gratis, program Saga Saja dan lainnya sebagainya.

Kemudian, program pemko yang akan melanjutkan pembangunan jalan lintas Timur, sehingga ada akses jalan dan transportasi bagi masyarakat yang bisa dilalui untuk jangka panjang.

"Program prioritas pemko lainnya adalah penanggulangan penurunan angkat stunting di Kota Pariaman, karena ini bisa berdampak terhadap generasi dimasa depan," kata Fadli.

Komentar