Rawat Pasien Omicron, RSUP Aktifkan Kembali Tim Satgas Covid

Metro- 07-02-2022 17:22
Dirut RSUP M Djamil Padang, DR dr Yusirwan Yusuf, Sp.B, Sp.BA (K) MARS berikan keterangan pada sejumlah wartawan menyangkut antisipasi lonjakan omicron di rumah sakit tersebut, Senin (7/2). (Foto : Arzil)
Dirut RSUP M Djamil Padang, DR dr Yusirwan Yusuf, Sp.B, Sp.BA (K) MARS berikan keterangan pada sejumlah wartawan menyangkut antisipasi lonjakan omicron di rumah sakit tersebut, Senin (7/2). (Foto : Arzil)

Penulis: Arzil

Padang, Arunala - Sebanyak 14 pasien probable omicron menjalani perawatan di RSUP M Djamil Padang. Atas kondisi itu, pihak rumah sakit kembali mengaktifkan tim Satgas Covid dan mengaktifkan aplikasi pedulilindungi.

"Dari 14 pasien itu, tiga pasien di antaranya kondisi berat dan dirawat di ICU. Dan, sekitar 75 persen di antaranya belum vaksin, karena mereka manula," kata Direktur Utama RSUP M Djamil Padang, Dr dr Yusirwan Yusuf SpB SpBA (K) MARS, kepada wartawan, Senin (7/2).

Ia menyebutkan pasien yang terpapar virus omicron perlu penanganan lebih khusus. "Pasalnya virus Covid varian baru itu tidak bisa deteksi melalui pemeriksaan PCR. Paling idealnya penanganannya dilakukan melalui disekuensing," ungkap Yusirwan Yusuf.

Baca Juga

Turut hadir Direktur SDM, Pendidikan dan Umum Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM, Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang dr Rose Dinda Martini SpPD KGER FINASIM, dan Ketua Tim Satgas Covid-19 RSUP, dr Irvan Medison SpP (K).

Yusirwan mengaku beberapa waktu lalu, kasus pasien Covid yang ditangani rumah sakit ini sempat melandai. "Namun dengan adanya varian baru yaitu omicron, maka kami aktifkan lagi ruangan penanganan Covid itu,"jelasnya.

Ditambahkan, Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang, dr Rose Dinda Martini SpPD KGER FINASIM, , untuk antisipasi lonjakan pasien omicron, pihaknya sudah menyiapkan 40 ruangan dengan 349 tempat tidur untuk ruang inap isolasi.

"Kini tim kami kembali kerja di kawasan "Red zone". Dalam keadaan kasus Covid sempat melandai, biasanya kami hanya dilakukan skrining saja di ICU. Namun kini pemeriksaan terhadap pasien yang diduga terpapar omicron harus dilakukan lebih teliti lagi," sebutnya.

Tak hanya kesiapan ruangan rawat, Direktur SDM, Pendidikan dan Umum, Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM menyebutkan mengantisipasi lonjakan omicron di RSUP M Djamil, pihaknya mengaktifkan aplikasi pedulilindungi di areal di rumah sakit.

"Dengan aplikasi ini kami bisa deteksi semua masyarakat yang datang ke rumah sakit, apakah masyarakat ini sudah atau belum divaksin," tegasnya.

Dovy menambahkan, apabila omicron ini melonjak di rumah sakit ini (M Djamil, red), dikhawatirkan banyak nakes yang bakal terpapar. Ini jelas berdampak dalam upaya pelayanan di rumah sakit.

"Kita semua tahu RSUP M Djamil adalah rumah sakit rujukan, maka kami mau tak mau harus memastikan kondisi rumah sakit ini bisa berikan pelayanan optimal," kata Dovy Djanas.

Terkait banyaknya manula yang belum divaksin, Ketua Tim Satgas Covid-19 RSUP, dr Irvan Medison SpP (K) mengatakan, manula yang umumnya memiliki penyakit bawaan (komorbid) bisa divaksin, setelah melalui skrining medis.

"Kami akan lihat tingkat komorbidnya, apakah bisa dilakukan vaksin atau tidak. Jadi tidak serta-merta orang yang memiliki riwayat penyakit dalam, tidak bisa divaksin. Saya anjurkan orang lanjut usia untuk proaktif datang ke puskesmas atau ke rumah sakit, untuk mendeteksi kemungkinannya bisa divaksin atau tidak," ajak dokter paru ini.

Komentar