Tiga Karyawan IPC Teluk Bayur Positif Covid-19

Ekonomi-473 hit 09-05-2020 19:41
IPC Teluk Bayur Gelar Rapid Tes Covid-19 Bagi Pekerja. (Foto : beritakapal.com)
IPC Teluk Bayur Gelar Rapid Tes Covid-19 Bagi Pekerja. (Foto : beritakapal.com)

Penulis: Darizon Y | Editor: MN. Putra

Padang, Arunala - Terkait adanya informasi yang dirilis Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumbar, Jumat (8/5) kemarin, tentang adanya tiga orang pekerja atau karyawan PT Pelindo II (IPC) Teluk Bayur yang terpapar virus Corona dibenarkan pihak Humas IPC Teluk Bayur.

Humas IPC Teluk Bayur, Ribut Heru Santoso membenarkan ada tiga orang karyawan mereka terpapar positif virus Corona (Covid-19).

"Menindaklanjuti informasi yang dikeluarkan oleh Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumbar itu, tiga orang karyawan kami dinyatakan positif terinfeksi pasca dilakukannya Swab Test di Laboratorium FK Unand di hari Jumat kemarin," kata Ribut Heru Santoso dalam siaran pers diterima Arunala.com , Sabtu siang (9/8).

Baca Juga

Menurut Ribut, saat ini ketiga pekerja tersebut telah diisolasi di RSUD Dr Rasidin Padang untuk mendapatkan penanganan pengobatan lebih lanjut sesuai dgn protokol penanganan Covid-19 yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah RI.

Dia menambahkan, tiga orang tersebut terpapar positif dari awal hasil rapid test.

"Hasil rapid tesnya reaktif dan diteruskan dengan swab test oleh tim gugus tugas Covid-19 Sumbar dan hasilnya positif," ucap Ribut.

Dia menambahkan, berdasarkan surat Direksi PT Pelindo II (Persero) untuk seluruh pekerja yang positif Covid-19 biaya pengobatan ditanggung 100 persen perusahaan sampai sembuh dan seluruh hak-hak pekerja tersebut seperti gaji tetap diberikan, tidak ada pengurangan hak-hak pekerja.

Sejalan dengan itu, lanjut Ribut, pihak manajemen IPC Teluk Bayur melakukan sejumlah langkah pencegahan agar wabah ini tidak menjangkiti karyawan yang lain.

Ribut menerangkan diantara langkah-langkah yang dibuat manajemen itu, yakni melakukan penyemprotan desinfektan ke seluruh area kerja perusahaan baik di bagian operasional maupun gedung, kantor cabang, termasuk seluruh rumah dinas yang ditempati oleh manajemen perusahaan.

Lalu melakukan survey pemetaan kontak terdekat para pekerja yang telah dinyatakan positif Covid-19, khususnya dalam berinteraksi keseharian baik secara internal dan eksternal.

"Selanjutnya menerapkan pola kerja Work From Home (WFH) / bekerja dari rumah masing-masing kepada seluruh pekerja baik pekerja organik maupun non organik terutama pada pekerja administrasi (back office) secara bergantian untuk meminimalisir adanya kerumunan," jelas Ribut Heru Santoso lagi.

Sedangkan untuk kegiatan operasional, tambah dia, baik pelayanan kapal maupun pelayanan bongkar muat barang tetap berjalan sebagaimana biasanya selama 24 jam selama 7 hari, namun dgn pemeriksaan kesehatan yg lebih ketat seperti pemeriksaan suhu tubuh sebelum dan sesudah bekerja serta mewajibkan penggunaan masker dan APD bagi seluruh petugas operasional lapangan.

"Akan dilakukan rapid test kembali kepada seluruh pekerja perusahaan yang direncanakan akan dilaksanakan pada pertengah Mei 2020 sebagai bentuk screening sekaligus upaya pencegahan dlm memutus mata rantai Covid 19 di lingkungan Pelabuhan Teluk Bayur," pungkas Ribut Heru Santoso.

Komentar