Meninggal 10, Dalam Pencarian 4 Orang

Metro- 26-02-2022 20:41
Wagub Audy Joinaldy saat meninjau lokasi yang terdampak gempa baik di Pasbar maupun di Pasaman, Sabtu siang (26/2). (Dok : Istimewa)
Wagub Audy Joinaldy saat meninjau lokasi yang terdampak gempa baik di Pasbar maupun di Pasaman, Sabtu siang (26/2). (Dok : Istimewa)

Penulis: Darizon Y

Pasaman, Arunala - Bupati Pasaman, Benny Utama melaporkan kembali ditemukannya satu jenazah korban hilang pada Sabtu sore (26/2).

Dengan demikian total korban gempa bumi di Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat (Pasbar) menjadi sepuluh orang meninggal dan empat orang dalam pencarian.

Dimana dari Nagari Malampah, dan Tigo Nagari di Kabupaten Pasaman tercatat enam korban jiwa, empat masih dinyatakan hilang, serta lima orang luka berat, dan 36 mengalami luka ringan.

Baca Juga

"Sore ini satu lagi korban hilang ditemukan. Sesuai arahan Kepala BNPB dan Pak Wagub, pencarian orang yang masih dinyatakan hilang jadi prioritas utama kami saat ini," ujar Benny saat di lokasi bencana, Sabtu siang (26/2).

Benny Utama memperkirakan hingga saat ini, 30 rumah terdata rusak berat, dan 500 unit mengalami kerusakan ringan hingga sedang.

Terpisah, Bupati Pasbar, Hamsuardi, mencatat empat orang meninggal, 37 luka berat, dan 310 luka ringan. Ia juga mendata setidaknya sepuluh ribu warga Pasbar saat ini berada dalam pengungsian. Tiga ribu diantaranya diungsikan di halaman kantor bupati.

Sementara mengenai kerusakan rumah dan bangunan, kedua bupati mengaku belum mengantongi data pasti.

Hamsuardi mengatakan hingga saat ini pihaknya memperkirakan terdapat 300 rumah rusak berat dengan perkiraan total 2000 rumah terdampak.

"Untuk rumah masih dalam perkiraan, kami masih belum memiliki data pasti karena pendataan kerusakan pasca gempa sejak kemarin terkendala hujan lebat," ungkap Hamsuardi.

Terkait hal itu, Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy mengatakan, melalui posko tanggap bencana yang dibentuk, ia menargetkan inventarisasi kerusakan selesai dalam 14 hari masa tanggap darurat, agar rencana bantuan perbaikan rumah dapat segera digulirkan.

"Bersama Danrem 032/WBR, Wakapolda, Bupati Pasaman dan Pasbar, saya akan tetapkan komandan posko hari ini juga, agar pekerjaan dapat dilakukan secara konkret dan simultan," kata Audy.

Dengan begitu, lanjutnya, upaya penanganan pascagempa dapat menargetkan pencatatan kerusakan rumah dapat terselesaikan selama masa tanggap darurat, untuk persiapan pendanaan bantuan perbaikan ke depan," ucap Audy.

Komentar