Alirman Sori: Bangun Sumbar Harus Libatkan Tungku Tigo Sajarangan

Metro- 27-02-2022 21:48
Senator Alirman Sori saat dialog dengan berbagai komponen di Kecamatan Bayang, Pessel dalam rangka safari penjaringan aspirasi beberapa hari lalu. (Dok : Istimewa)
Senator Alirman Sori saat dialog dengan berbagai komponen di Kecamatan Bayang, Pessel dalam rangka safari penjaringan aspirasi beberapa hari lalu. (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Painan, Arunala - Kolaborasi berbagai unsur masyarakat dan stakeholder jadi kunci penting dalam mewujudkan hal-hal strategis.

Pentingnya kolaborasi semacam ini jadi topik pembicaraan yang disampaikan Anggota DPD RI, Alirman Sori saat dialog dengan sejumlah komponen masyarakat yang ada di Kecamatan Bayang Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), saat dirinya melaksanakan safari penjaringan aspirasi daerah, belum lama ini.

Saat dialog itu, Alirman Sori juga menerangkan berbagai dinamika kedaerahan yang sedang terjadi.

Baca Juga

"Hal-hal strategis yang dimaksud diantaranya sistem pembangunan yang terintergrasi antara pusat dan daerah, penguatan kebudayaan daerah, penguatan otonomi daerah, penguatan ekonomi daerah, penguatan hubungan sosial kemasyarakatan, penguatan hubungan antar daerah dan penguatan pemahaman keberagaman dalan bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujar Alirman Sori.

Dirinya mengatakan, banyak hal yang harus disinergikan dan integrasi dalam membangun kesejahteraan masyarakat yang mengharuskan diperlukan kerja kolaboratif semua unsur untuk mewujudkan kesejahteraan dalam artian yang luas.

Sumatera Barat (Sumbar), sebut Alirman Sori, memiliki pranata budaya yang kuat dan egaliter. Konsep membangun Sumbar tidak bisa hanya pendekatan struktural kekuasaan pemerintahan saja.

Tapi harus melibatkan kekuatan lain dengan memfungsikan kedudukan tungku tigo sajarangan dalam membangun Sumbar dengan menginternalisasikan filosofis adaik basandi syarak, syarak basandi kitabullah (ABS-SBK).

Lebih lanjut dia menyampaikan, kedudukan tungku tigo sajarangan yang terdiri dari unsur panghulu (penghulu), alim ulama dan cadiek pandai bentuk kepemimpinan yang ideal di Minangkabau.

Ketiga unsur ini, sebutnya, memiliki peran penting dan punya tugas masing-masing di Minangkabau.

"Memfungsikan tungku tigo sajarangan yang kolaboratif akan memudahkan untuk mewujudkan cita-cita Sumbar menjadi daerah yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur," ucap Senator asal Dapil Sumbar ini.

Diungkapkannya, dalam 10 hari perjalanannya bertatap muka dari berbagai unsur, dirinya dapat menyimpulkan bahwa sangat diperlukan pengintegrasian komponen kedaerahan untuk memperkokoh kedaulatan daerah.

Kedaulatan daerah yang dimaksud, imbuh Alirman Sori, salah satu komponen yaitu mengkonsolidasikan kembali kekuatan adat dan budaya sebagai kearifan lokal yang merupakan kekayaan setiap daerah yang harus dirajut dalam sebuah ikatan keberagaman untuk tujuan yang sama yaitu memperkokoh NKRI.

"Indonesia yang teridiri dari 514 kabupaten kota, dan 34 provinsi memiliki kekayaan budaya yang sangat luar biasa sebagai modal pembangunan nasional, untuk memajukan bangsa ke depan mengelola kearifan lokal akan menjadi kekuatan besar negara untuk mewujudkan tujuan bernegara dan secara khusus Sumbar bisa menjadi pioner atau role model pembangunan nasional melalui kekuatan tungku tigo sajarangan," pungka Alirman Sori.

Komentar