Alirman Sori: Penundaan Pemilu Merupakan Mal Praktik Demokrasi

Metro- 02-03-2022 21:34
Anggota DPD RI Dapil Sumbar, Alirman Sori. (Dok : Istimewa)
Anggota DPD RI Dapil Sumbar, Alirman Sori. (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Jakarta, Arunala - Senator Alirman Sori yang merupakan Anggota DPD RI Perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) mengkritisi adanya upaya permufakatan yang dilakukan oleh segelintir elit di negeri ini (Indonesia) untuk menunda pelaksanaan tahun 2024 adalah dapat dikategorikan "kudeta" terhadap konstitusi UUD NRI Tahun 1945.

Pendapat ini dikemukakan Alirman Sori, melalui pesan WhatsApp yang diterima Arunala.com , Rabu malam (2/3).

Alirman Sori menyebut, apabila penundaan pemilu benar-benar terlaksana, ini merupakan awal kehancuran peradaban demokrasi Indonesia.

Baca Juga

"Dan sebelum aksi kudeta konstitusi terjadi, rakyat harus rapatkan barisan menolak keinginan elit politik dan kita tinggalkan partai mereka pada saat pemilu nanti sehingga partainya menjadi "marasmus"," ujar Alirman Sori.

Dirinya juga mengingatkan, menghadapi pemilu, seharusnya elit politik melakukan konsolidasi politik dengan pemilih, bukan membuat wacana yang tidak sesuai dengan konstitusi.

"Penundaan Pemilu merupakan mal praktik demokrasi," tegas Alirman Sori.

"Kita uji nyali elit politik apa benar mereka berani mengkudeta konstitusi. Kalau berani tamat parpol yang mereka pimpin dan beruntung parpol yang setia dengan konstitusi," sambungnya.

Alirman Sori juga mendesak agar KPU Pusat segera buat peraturan KPU (PKPU) sebagai pedoman pelaksanaan pemilu 2024 jangan sampai terpengaruh dengan wacana penundaan pemilu yang dilontarkan elit politik yang jelas-jelas bertentangan dengan konstitusi.

Ia menjelaskan, tantangan KPU menghadapi pemilu 2024 sangat berat. Hal lain yang harus menjadi perhatian KPU Pusat terkait masa tugas KPU 514 kabupaten kota, dan 34 provinsi dimana masa bakti berbeda-beda, bahkan ada KPU daerah masih tugas akan berakhir di tahun 2023 dan bisa menganggu kelancaran tugas kepemiluan.

Dia melanjutkan, tantangan berat lainnya adalah dinamika dan konstelasi politik 2024 berbeda dengan pemilu 2019 lalu.

"Masa sulit karena Covid-19 belum dapat diprediksi kapan akan berakhir, untuk itu KPU harus istiqomah dalam pendirian agar penyelenggaraan Pemilu bisa berjalan Luber dan Jurdil dan terbebas dari intervensi pihak ketiga yang punya kepentingan politik untuk berkuasa," pungkas Alirman Sori.

Komentar