Anggota DWP harus Jadi Bundo Kanduang dalam Keluarga

Metro- 03-03-2022 13:38
Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unit Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Padangpariaman saat adakan sosialisasi di Aula IKK Padangpariaman, Rabu (2/3). (Dok : Istimewa)
Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unit Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Padangpariaman saat adakan sosialisasi di Aula IKK Padangpariaman, Rabu (2/3). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Padangpariaman, Arunala - Bundo Kanduang Sumbar, Raudah Thaib menegaskan peran bundo kanduang dalam rumah tangga di Minangkabau sangat penting.

Hal itu, dikemukakan Raudah Thaib saat jadi nara sumber dalam sosialisasi Budaya Minangkabau yang diadakan oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unit Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) kabupaten ini di di Aula IKK (Ibu Kota Kabupaten) Nagari Parik Malintang Kecamatan Anam Lingkuang, Rabu (2/3).

"Dia (bundo kanduang, red) bukan hanya sebagai seorang ibu, tapi juga sebagai pelindung seluruh anak dan sebagai limpapeh rumah nan gadang, ambun puruik pagangan kunci, pusek jalo kumpulan ikan, serta sebagai tali hiasan dalam kampuang (kampung) dan sumarak (penyemangat) dalam nagari," kata Raudah Thaib lagi.

Baca Juga

Kenapa posisi kaum bundo kanduang bisa cukup penting di Minangkabau? Raudah Thaib menyebut karena di Minangkabau memakai sistem kekerabatan matrilinial, dan berbeda dengan suku suku lainnya di Indonesia yang memakai sistim kekerabatan patrilinial atau garis keturunan ayah.

"Sistim kekerabatan matrilinial atau garis keturunan ibu tersebut, akan memberikan peran ibu yang lebih besar dalam mengelola rumah tangganya. Sehingga akan menjadikan keluarga sebagai tempat belajar pertama dan ibu akan mengenalkan adat dan budaya Minangkabau bagi anak-anaknya" ujar Bundo Raudah.

Sementara, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Padangpariaman, Rudy Repenaldi Rilis yang membuka acara sosialisasi itu juga senada apa yang dijelaskan Bundo Raudah Thaib.

Dia menjelaskan, peran bundo kandung dan anggota dharma wanita sangat penting dalam pembinaan keluarga yang sesuai tuntunan agama dan budaya di Minangkabau.

"Selain itu bundo kanduang juga nantinya akan mewariskan nilai-nilai budaya tersebut. Dia akan menjadi tempat bertanya, suri tauladan bagi lingkungannya, serta memiliki keindahan dalam bersikap dan bertingkah laku," ungkap Rudy Rilis.

Bundo kanduang, sambungnya, juga tidak hanya sebagai pengayom bagi anak-anak dan pendamping suami dalam menjalankan tugas sebagai seorang Aparatur Sipil Negara (ASN), tapi anggota dharma wanita juga sebagai wadah untuk mengenalkan adat budaya Minangkabau yang dimulai dari pembinaan dalam kehidupan berumahtangga.

Sekretaris DWP, Ny Yusnelly Roza Suhatman, menyebutkan peserta sosialisasi kali ini terdiri dari pengurus dan anggota DWP kabupaten, pengurus unit dan kecamatan se Kabupaten Padangpariaman.

Komentar