PMI Bakal Bangun Puluhan Unit Huntara

Metro- 04-03-2022 14:00
Contoh bangunan Huntara yang akan dibangun untuk para korban gempa di Pasbar yang dibuat PMI kabupaten setempat. (Dok : Istimewa)
Contoh bangunan Huntara yang akan dibangun untuk para korban gempa di Pasbar yang dibuat PMI kabupaten setempat. (Dok : Istimewa)

Penulis: Darizon Y

Pasbar, Arunala - Palang Merah Indonesia (PMI) bakal membangun 20 unit rumah hunian sementara (Huntara) untuk korban bencana alam gempa terjadi Jumat (25/2) lalu.

"Huntara yang bakal dibangun itu merupakan bantuan dari donatur peduli terhadap nasib dialami masyarakat akibat gempa," kata Kepala Markas PMI Sumbar, Hidayatul Irwan kepada Arunala.com di Padang, Jumat (4/2).

Menurut dia, puluhan unit Huntara tersebut rencana dibangun di daerah Kajai, Jorong Tanjung Beruang Nagari Kajai, Kecamatan Talamau.

Baca Juga

Huntara ini dinilai jauh lebih layak dari tenda darurat seperti yang ditempati para warga terdampak bencana saat ini dan dibangun sesuai kriteria yang ditentukan dalam peraturan Bupati nantinya, antara lain harus melindungi dari potensi bencana angin, tanah longsor, banjir, memenuhi aspek kesehatan, ramah terhadap kaum rentan, konsep rumah tumbuh.

Untuk hal ini, lanjut Hidayat, PMI Pasbar sudah membuat beberapa unit contoh Huntara di Kajai, Jorong Tanjung Beruang Nagari Kajai, Kecamatan Talamau.

Seiring dengan itu, PMI juga melakukan pendataan berapa rumah warga rusak berat, rusak rigan, rusak sedang akibat gempa.

"Saat ini relawan PMI di lapangan masih melakukan asessment atau pendataan berapa rumah terdampak gempa tersebut," pungkas Hidayat.

Sementara, Wakil Ketua PMI Sumbar, Aim Zein menyebut pengamatan di lapangan, memang tampak masyarakat di pengungsian masih banyak membutuhkan bantuan, terutama untuk sarana air bersih, MCK dan sanitasi.

Sementara untuk di titik-titik pengungsian sudah terlihat dapur-dapur umum yang didirikan dikelola oleh Tagana Kemensos.

"PMI mendirikan posko tanggap darurat dibeberapa titik pengungsi, melayani korban gempa dalam pengobatan, menyalurkan bantuan, dan lainnya," kata Aim Zein.

Di sisi lain, Pemerhati Bencana Sumbar, Ade Edwar menyatakan, untuk mengantisipasi kerusakan akibat gempa, perlu membuat bangunan ramah gempa yang sesuai dengan standar keamanan mumpuni.

Dia juga menjelaskan, masyarakat disarankan memilih konstruksi tahan gempa ketika akan membangun hunian atau bangunan lainnya.

"Dilihat dari lapangan, struktur bangunan yang tidak sesuai dengan standar. Tak hanya menyebabkan kerugian materil, kerusakan bangunan akibat gempa juga bisa memakan banyak korban," ujar Ade Edwar.

Pasalnya, sambung Ade Edwar, konstruksi tahan gempa bisa memperkecil kerugian yang diderita dan bisa memberikan keamanan lebih. Tukang-tukang perlu dilatih bagaimana membuat bangunan tahan gempa.

"Bangunan dengan konstruksi tahan gempa tersebut memiliki karakteristik yang dapat melindungi Anda dari luka-luka, cedera ringan hingga kerugian harta benda. Ini harus diperhatikan masyarakat maupun pemerintah," pungkas Ade Edwar.

Komentar