Permintaan Ikan Kerapu di Luar Negeri Tinggi

Ekonomi- 14-02-2022 16:30
Gubernur bersama Wagub Sumbar didampingi Kadis Kelautan dan Perikanan Sumbar mengunjungi usaha budidaya kerapu pada KJA milik CV Andalas Samudera Sejati, di Sungai Nyalo Tarusan, Pesisir Selatan, Sabtu (12/2) lalu. (Dok : Istimewa)
Gubernur bersama Wagub Sumbar didampingi Kadis Kelautan dan Perikanan Sumbar mengunjungi usaha budidaya kerapu pada KJA milik CV Andalas Samudera Sejati, di Sungai Nyalo Tarusan, Pesisir Selatan, Sabtu (12/2) lalu. (Dok : Istimewa)

Penulis: Fajril

Pessel, Arunala - Budidaya ikan kerapu potensial dikembangkan di Sumbar. Apalagi saat ini permintaan pasar ekspor cukup tinggi.

"Potensi seperti ini bisa dikelola dan dikembangkan dengan baik pada wilayah laut yang dialokasikan untuk usaha budidaya laut," kata Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah saat mengunjungi usaha budidaya kerapu pada keramba jaring apung (KJA) milik CV Andalas Samudera Sejati, di Sungai Nyalo Tarusan, Pesisir Selatan, Sabtu (12/2).

Mahyeldi optimistis budidaya ikan kerapu bisa menjadi komoditi unggulan yang nantinya bisa menguatkan dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

Baca Juga

"Terkhususnya di wilayah pesisir pantai," tuturnya.

Ditambahkan, Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy, komoditas ikan kerapu merupakan salah satu komoditas utama ekspor ikan Indonesia.

Ikan kerapu diperdagangkan dalam bentuk hidup dan mati (segar dan beku).

"Permintaan ikan kerapu di dunia sangat tinggi dan harganya mahal, terutama dalam kondisi ikan hidup. Apalagi dengan pasar potensial terbuka di luar negeri seperti di Tiongkok, Hongkong, Taiwan dan Korea, maka potensi ikan kerapu ini sangat besar," bebernya.

Ia berharap, dengan produktivitasnya yang dimasifkan, dapat memberikan ketahanan ekonomi, terutama di tengah pandemi Covid-19.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar Desniarti menjelaskan di CV Andalas Samudera Sejati sendiri ada sekitar 200 petak KJA.

Jenis ikan kerapu yang dipelihara adalah kerapu cantik dan kerapu cantang yang memiliki peluang pasar ekspor yang tinggi.

Selain membudidayakan sendiri, CV Andalas Samudera Sejati ini juga menampung hasil produksi budidaya para pembudidaya kerapu baik perorangan atau kelompok yang ada di Sumbar.

"Ikan kerapu ini diekspor dalam keadaan hidup ke Hongkong menggunakan kapal laut apabila jumlahnya sudah mencapai 20 ton. Pada tahun 2021, ekspor hanya dilakukan 1 kali sebanyak 20 ton. Untuk tahun ini diupayakan bisa dilakukan 2 kali," ungkapnya seraya mengatakan selain melalui kapal, pengiriman ikan juga dilakukan dengan pesawat udara tentunya dengan jumlah yang terbatas.

Komentar