Kembali Penjual Satwa Dilindungi Ditangkap

Metro- 15-03-2022 21:20
Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Satake Bayu Setianto saat konferensi pers tentang penangkapan pelaku penjual satwa dilindungi di Mapolda Sumbar, Padang, Selasa siang (15/3). (Foto : Derizon)
Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Satake Bayu Setianto saat konferensi pers tentang penangkapan pelaku penjual satwa dilindungi di Mapolda Sumbar, Padang, Selasa siang (15/3). (Foto : Derizon)

Penulis: Darizon Y

Padang, Arunala - Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah (Ditkrimsus Polda) Sumbar bersama BKSDA kembali menangkap pelaku penjual satwa dilindungi melalui media sosial (medsos) di Padang.

"Pelaku ditangkap inisial "A" warga Marapalam, Kecamatan Padang Timur Kota Padang, Jumat (11/3) sekira pukul 08.00 WIB," kata Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Satake Bayu Setianto kepada wartawan saat konferensi pers di Mapolda Sumbar, Padang, Selasa siang (15/3).

Menurut dia, penangkapan ini dari informasi warga, pelaku menjual satwa dilindungi melalui medsos yakni akun Facebook milik tersangka ke group "hewan peliharaan padang" maupun group WhatsApp jual beli hewan.

Baca Juga

"Pelaku menjual satwa dilindungi dalam keadaan hidup secara ilegal dengan cara memposting gambar maupun video ke medsos," ungkap Satake lagi.

Selain menangkap pelaku, lanjut Satake, petugas juga menyita barang bukti yaitu tiga ekor kucing hutan dalam keadaan hidup, seekor trenggiling, seekor kura-kura dalam keadaan hidup, dan satu handphone merk vivo warna hitam.

Satake menambahkan, dari keterangan tersangka pada penyidik Ditkrimsus Polda Sumbar, hewan satwa dilindungi berupa kucing hutan (Prionaliurus Bengaliensis) dibeli seharga Rp200 ribu per ekor kemudian dijual pada konsumen seharga Rp350 ribu.

Trenggiling (Manis Javanis) dibeli Rp1 juta per ekor dan dijual kondisi hidup seharga Rp3 juta per ekor.

Selanjutnya kura-kura Baning coklat (Manouria Emys) dalam keadaan hidup dibeli seharga Rp200 ribu dan akan dijual pada pembeli seharga Rp500 ribu.

Saat ini penyidik Ditkrimsus Polda masih melakukan penyidikan dan pengembangan untuk menangkap pemasok hewan dilindungi. Barang bukti dititipkan pada BKSDA Sumbar.

"Pelaku dapat dijerat Pasal 40 ayat (2) jo Pasal 21 ayat (2) huruf a Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Dipidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 100 juta," pungkas Satake.

Sementara, Kanit I Subdit IV Ditreskrimsus Polda Sumbar, AKP Gusnedi menyebut, pelaku ditangkap setelah pihaknya bersama BKSDA Sumbar mendapatkan informasi dari masyarakat. Dan pelaku juga ada keterkaitannya dengan pelaku yang sebelumnya ditangkap.

"Berdasarkan informasi dari masyarakat, memang jaringannya sama dengan pelaku yang ditangkap dan telah di tangkap sebelumnya," kata Gusnedi.

Komentar