Musprov Ditunda, Klub Kirim Surat ke PP IMI

Olahraga- 29-03-2022 19:32
Surat PP IMI yang mengeluarkan hasil verifikasi klub otomotif yang ada di IMI Sumbar. (Dok : Istimewa)
Surat PP IMI yang mengeluarkan hasil verifikasi klub otomotif yang ada di IMI Sumbar. (Dok : Istimewa)

Penulis: Darizon Y

Padang, Arunala -- Batalnya pelaksanaan Musyawarah Provinsi Ikatan Motor Indonesia (Musprov) IMI Sumbar pada Minggu (27/3) kemarin, menuai protes dari berbagai klub otomotif di Sumbar.

Salah satunya protes dilayangkan oleh Desyontori, pemilik klub otomotif asal Kota Padang, Beloz. Bahkan dalam siaran pres-nya yang diterima Arunala.com , Selasa (29/3),

Desyontori beranggapan, dengan tidak dilaksanakannya Musprov IMI Sumbar ini, jelas merupakan pelanggaran berat.

Baca Juga

"Musprov tersebut merupakan amanah dari AD/ART IMI," kata Desyontori.

Menurut dia, IMI Sumbar sendiri sebelumnya sudah melayangkan surat permohonan rekomendasi persetujuan jadwal dan klub peserta yang akan ikut Musprov IMI Sumbar 2022 dengan nomor surat: 018/IMI-SBR/A/III/2022 tertanggal 1 Maret 2022.

Surat permohonan itu, kata Desyontori, kemudian disetujui oleh IMI Pusat dengan jadwal penyelenggaraan Musprov pada Sabtu (26/3).N amun, ternyata sama sekali tidak diselenggarakan.

"Alasan rencana penundaan pelaksanaan Musprov oleh Pengprov IMI Sumbar tersebut, jelas terindikasi cacat hukum," kata Desyontor lagi.

Selain hal di atas, Desyontori juga menyebutkan puluhan klub motor pun kini menganggap legitimasi Defli Nasli selaku ketua IMI Sumbar berakhir terhitung 27 Maret 2022 pukul 00.00 WIB. Akibat gagalnya Musprov sejumlah klub kemudian melayangkan surat ke PP IMI, Rabu siang (29/3).

Dia melanjutkan, usut punya usut, pembatalan Musprov itu, diketahui disebabkan adanya perbedaan hasil verifikasi klub yang dilakukan oleh Pengprov IMI Sumbar dengan PP IMI.

"Pada Pengprov mereferensikan 42 klub yang berhak mengikuti Musprov 2022. Sedangkan, PP IMI memutuskan ada 61 klub yang sah dan berhak untuk menjadi peserta dalam Musprov IMI Sumbar itu," beber Desyontori.

Selain itu, lanjutnya, dalam surat PP IMI tidak ada menyatakan permintaan penundaan oleh Pengprov IMI Sumbar.

"Artinya, Sabtu (26/3), Pengprov IMI Sumbar wajib melaksanakan Musprov 2022," pungkas Desyontori. Desyontori menegaskan, agenda utama Musprov IMI Sumbar terkait laporan pertanggungjawaban dan juga pemilihan ketua baru. Artinya, hanya dalam arena inilah legalitas seorang Ketua Pengprov IMI dinyatakan Sah.

Menurut Desyontori, diajukannya pelaksanaan Musprov pada 26 Maret 2022 oleh Pengprov IMI Sumbar kepada PP IMI dan kemudian disetujui serta ditetapkan oleh PP IMI, harus diartikan dan atau dimaknai dengan tegas adalah sebagai bentuk pertanggung jawaban seorang Ketua Pengrov IMI Sumbar.

Dan yang penting, bentuk pengakuan dari seorang Ketua Pengprov IMI Sumbar pada tanggal 26 Maret 2022 tersebut masa baktinya berakhir dan harus dilakukan pemilihan Ketua Pengprov IMI Sumbar.

"Tidak dilaksanakannya Musprov IMI Sumbar Sabtu kemarin, jelas mengakibatkan ketua Pengprov dengan sendirinya kehilangan legitimasi sebagai Ketua Pengprov IMI Sumbar. Jika Musprov tetap dilaksanakan, namum tidak tercapai hasil berupa pemilihan Ketua baru, maka PP IMI dengan amanah AD/ART dapat mengambil alih. Apalagi, terang-terangan Musprov tidak dilaksanakan oleh ketua Pengprov IMI Sumbar," tegas Desyontori.

Maka demikian, Desyontori menilai terhitung sejak Minggu (27/3) pukul 00.00 WIB, sah Pengprov IMI Sumbar tidak memiliki ketua.

Dan berdasar hukum, jika kemudian pengprov sepenuhnya diambil alih dan berada dalam kendali PP IMI dan kemudian PP IMI akan mengambil tindakan selanjutnya sesuai AD/ART.

"Tidak memiliki legalitas sebagai ketua Pengprov IMI Sumbar, artinya tidak berhak bertindak untuk dan atas nama Pengprov IMI Sumbar, serta tidak berhak untuk mempergunakan keuangan Pengrov IMI Sumbar," tegas Desyontori. (*)

Komentar