Satgas Matra Laut Hentikan Satu Kapal Nelayan

Metro-446 hit 17-05-2020 16:31
Kadis DKP Sumbar Yosmeri bersama tim Satgas Matra Laut menghentikan kapal nelayan yang dicurigai akan bawa penumpang ke Mentawai, Minggu pagi (17/5). (Foto : Amz)
Kadis DKP Sumbar Yosmeri bersama tim Satgas Matra Laut menghentikan kapal nelayan yang dicurigai akan bawa penumpang ke Mentawai, Minggu pagi (17/5). (Foto : Amz)

Penulis: Amazwar Ismail | Editor: MN. Putra

Padang, Arunala - Tim Satgas Covid Matra Laut Provinsi Sumbar, dibawah koordinasi Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumbar menghentikan perjalanan sebuah kapal nelayan (kapal tundo) yang diduga membawa penumpang ke Mentawai.

Proses penghentian kapal yang membawa penumpang 16 orang itu, termasuk ABK dan tiga orang wanita diantaranya dilakukan pihak Satgas persis saat kapal akan meninggalkan kawasan Sungai Batang Arau, tepatnya di pintu Muaro Padang, Minggu (17/5).

"Kami memang menghentikan kapal nelayan itu, karena kami lihat untuk ukuran kapal tundo sebesar itu membawa belasan orang penumpang. Makanya kami curiga," kata Kepala DKP Sumbar Yosmeri didampingi Kasi Kapal dan Alat Penangkapan Ikan DKP Sumbar Loli Putra serta anggota Satgas Covid Matra Laut Sumbar, kepada Arunala.com , Minggu siang (17/5).

Baca Juga

Setelah menghentikan, lanjut Yosmeri, kapal itu diperintahkan untuk merapat ke dermaga yang ada di Satpol Air Batang Arau yang menjadi posko bagi Satgas Covid Matra Laut Provinsi Sumbar.

"Di posko, penumpang dan ABK kapal kami data satu per satu, mulai dari menanyakan KTP masing-masing hingga menyangkut tujuan mereka berlayar menggunakan kapal tundo itu secara bersamaan," terang Yosmeri lagi.

Sementara Kasi Kapal dan Alat Penangkapan Ikan DKP Sumbar Loli Putra menambahkan, dari keterangan yang didapat dari para penumpang kapal tundo itu, diketahui mereka akan pergi ke Pulau Pagang.

"Pengakuan mereka kepada kami, mereka itu sedang mengerjakan membuat taman di Pulau Pagang. Tapi alasan mereka tidak kami terima, malah kami curiga, sebab di kapal itu juga ditemukan BBM jenis Solar sebanyak satu ton. Diperkirakan BBM sebanyak itu cukup bagi kapal itu mengantarkan para penumpangnya sampai ke Mentawai," jelas Loli.

Usai didata dan diberi pengarahan oleh Kadis DKP, lanjut Loli, 16 orang penumpang kapal yang dihentikan pelayarannya itu disuruh balik arah alias pulang ke rumah mereka masing-masing.

"Sementara kapal tundo yang membawa 16 penumpang tadi, untuk sementara ditahan di Satpol Air, karena saat membawa 16 penumpang itu tidak mengantongi SIB (Surat Izin Berlayar) yang memuat manifestasi para penumpang," kata Loli Putra.

Seperti diketahui, sebut Loli, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno beberapa waktu lalu sudah mengeluarkan larangan bagi kapal yang membawa penumpang ke Mentawai atau sebaliknya. Itu dilakukan guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Sumbar.

Sementara Tim Satgas Covid Matra Laut yang dikoordinir DKP Sumbar melibatkan sejumlah instansi terpadu, mulai dari Satgas Satrol, Polair, KSOP Bea Cukai, ASDP, Pelindo II, DKP, Dishub Pol PP, BPBD serta Dinkes Sumbar.

Komentar