Patuh Aturan PSBB, 300 Mahasiswa Unand Dibantu Sembako

Metro-252 hit 18-05-2020 19:52
Pembantu Rektor Unand, Insannul Kamil serahkan paket Sembako untuk mahasiswa yang tidak pulang kampung saat wabah Covid-19, Senin (18/5) (foto: dok/hms-und)
Pembantu Rektor Unand, Insannul Kamil serahkan paket Sembako untuk mahasiswa yang tidak pulang kampung saat wabah Covid-19, Senin (18/5) (foto: dok/hms-und)

Penulis: Amazwar Ismail | Editor: MN. Putra

Padang, Arunala - Sebanyak 300 mahasiswa Universitas Andalas (Unand) Padang yang tidak bisa pulang kampung karena adanya penerapan PSBB, mendapat perhatian dari Rektorat Unand.

Perhatian yang diwujudkan pihak Rektorat itu berupa pemberian sembako yang dilakukan, Senin (18/5).

"Sembako ini untuk mahasiswa yang patuh protokol kesehatan dengan tidak pulang kampung saat pandemi Covid-19 ini. Para mahasiswa itu terdiri dari mahasiswa asing, mahasiswa AdiK Papua dan SM3T. Ada 300 mahasiswa yang dapat bantuan sembako ini," ujar Pembantu Rektor Unand Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Insannul Kamil, didampingi Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan Imrizal dan Kabag Kemahasiswaan Universitas Andalas, Yusdial, di Aula Unand Limau Manis Padang, Senin siang (18/5).

Baca Juga

Menurut Nanuk, panggilan akrab Insannul Kamil, kegiatan Unand Peduli merupakan wujud nyata solidaritas dan keberpihakan Unand kepada mahasiswa yang terdampak pandemi Covid-19.

"Kemarin kami juga serahkan paket berbuka puasa dan sahur dari IKA Unand, dan hari ini (Kamis, red) pihak Rektorat melalui Unand Peduli bagikan sembako bagi mahasiswa yang bertahan di Padang saat pandemi ini," ujar Nanuk.

Seperti diketahui, selain perguruan tinggi yang melahirkan para intelektual, juga sarat dengan jiwa peduli dan sosial untuk sesama.

Bahkan disaat wabah Covid-19 ini, sudah tidak terhitung desikasi Unand dalam pengabdian untuk semangat bersama memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Misalnya, RS Unand yang menjadi rumah sakit rujukan Covid-19, lalu Laboratorium Diagnostik Dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran menjadi Labor diizinkan Kemenkes memeriksa swab Covid-19 pertama di Sumatera dan berbagai hal lainnya.

Komentar