Pasar Rakyat Kota Pariaman Dinilai Tim Pusat

Ekonomi- 17-03-2022 14:21
Asisten I Setko Pariaman, Yaminu Rizal saat damping tim verifikasi pusat ke Pasar Rakyat Kota Pariaman, Kamis (17/3). (Dok : Istimewa)
Asisten I Setko Pariaman, Yaminu Rizal saat damping tim verifikasi pusat ke Pasar Rakyat Kota Pariaman, Kamis (17/3). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Pariaman, Arunala - Pasar Rakyat Kota Pariaman masuk dalam nominasi 6 besar tingkat nasional dalam Lomba Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas 2021.

Tim verifikasi Pasar Pangan Aman turun meninjau Pasar Rakyat Kota Pariaman, Kamis (17/3). Penilaian tersebut dilakukan Kementerian Perdagangan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Kementerian Kominfo RI.

Walikota Pariaman diwakili Asisten I Setko Pariaman, Yaminu Rizal saat menyambut tim verifikasi mengapresiasi dan menjadi bahan koreksi bagi pihaknya untuk mengevaluasi apa yang telah dilakukan Pemko Pariaman terhadap pasar tersebut.

Baca Juga

"Banyak hal yang harus dibenahi yang selama ini kita telah intervensi terutama bagaimana melibatkan komunitas didalam mengelola pasar. Pasar ini adalah pasar rakyat, tentu kepentingan berbagai pihak harus diakomodir," ungkapnya.

Yaminu Rizal berharap Kota Pariaman menjadi yang terbaik dalam perlombaan ini dan menjadi Juara I.

"Untuk mencapai tersebut bahwa kita telah berusaha maksimal dan sudah di intervensi oleh 7 OPD dan ini juga pekerjaan rutin bagi kita karena adanya penilain makanya menyiapkan bahan yang dibutuhkan", ulasnya.

Lebih lanjut, ia juga menuturkan bahwa kalau intervensinya, dari awal pasar ini konsepnya adalah ada Pariwisata, Kesehatan, Arsip dan Pustaka, Perindagkop, Satpol PP, Perhubungan dan Lingkungan Hidup berarti ada 7 OPD.

Koloborasi yang kita lakukan di OPD ini ternyata belum, harus ada kolaborasi dari pentahelik atau multipihak, bagiamana masyarakat lebih dilibatkan dengan komunitas yang ada.

"Melalui perlombaan ini dan data yang disampaikan oleh tim penilai dari Kemendag, Kemkominfo dan BPOM diharapkan bisa mempercepat harapan dari masyarakat Kota Pariaman bisa memiliki pasar basah. Sehingga makanan higienis yang menjadi tuntutan bagaimana menjadi Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas lebih bisa ditonjolkan", tutupnya.

Sementara itu, Salah seorang anggota tim verifikasi, Sarjono mengatakan, penilaian ini terkait dengan program BPOM pada penyelenggaraan Lomba Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas Tahun 2021 Tingkat Nasional.

"Dalam penilain ini, Bagaimana caranya kita mengendalikan dan melakukan pengawasan terhadap makanan-makanan agar tidak terkontaminasi dengan zat berbahaya maupun obat yang tidak aman", ucapnya.

Sarjono menjelaskan bahwa terkait lomba tersebut ada dua penilaian yang dilakukan yakni dokumentasi dan verifikasi.

Untuk dokumentasi, lanjutnya, apa yang disampaiakan ke pusat ternyata Kota Pariaman cukup bagus dan masuk 6 besar. Sebab itu, kami tertarik untuk lakukan verifikasi guna memastikan apakah yang ada didokumen tersebut, sesuai dengan yang ada dilapangan.

"Ternyata dilihat dari implementasi yang ada di lapangan, untuk hasilnya ditunggu dulu dari pemerintah pusat," terangnya.

Sarjono menambahkan dalam menuju pasar berbasis pariwisata, tentu saja tidak hanya ditangani satu OPD saja tetapi melibatkan seluruh OPD. Makanya, harus adanya koloborasi pentahelik baik OPD, masyarakat, komunitas dan stakeholder lainnya.

"Hasil pengujian tentunya menjadi utama dalam penilain dari BPOM, tetapi pengujian tidak bisa dilaksanakan dengan baik hanya diserahkan kepada BPOM saja tetapi harus ada partisipasi komunitas. Apabila ada yang tidak baik, komunitas ikut dalam pengawasan dan selanjutnya dilaporkan kepada BPOM", tukasnya.

Komentar