Tiga Pelaku Tambang Emas Liar di Solsel Ditangkap

Metro-349 hit 18-05-2020 21:38
Direskrimsus Polda Sumbar, AKBP Arly Jembar Jumhana, didampingi Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu Setianto ketika prescon zoom meet di Padang, Senin (18/5).(Dok : Istimewa)
Direskrimsus Polda Sumbar, AKBP Arly Jembar Jumhana, didampingi Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu Setianto ketika prescon zoom meet di Padang, Senin (18/5).(Dok : Istimewa)

Penulis: Darizon Y | Editor: MN. Putra

Padang, Arunala - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Sumbar menangkap tiga orang penambang emas liar (Ilegal Mining) di aliran Sungai Pamong Gadang Jorong Jujutan Nagari Lubuk Gadang Kecamatan Sangir Kabupaten Solok, Selasa lalu (5/5).

"Tiga orang ini ditangkap "WP" (27) pengawas lapangan, "YH" (20) operator alat berat, "I" (37) pendulang emas," kata Direskrimsus Polda Sumbar, AKBP Arly Jembar Jumhana, didampingi Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu Setianto ketika prescon zoom meet di Padang, Senin (18/5).

Menurut Arly Jembar Jumhana, ketiga pelaku tambang emas liar ditangkap pada Selasa (5/5) sekira pukul 00.30 di aliran Sungai Pamong Gadang Jorong Jujutan Nagari Lubuk Gadang Kecamatan Sangir Kabupaten Solok.

Baca Juga

"Mereka ditangkap petugas Ditkrimsus Polda Sumbar karena tanpa Izin Usaha Pertambangan (IUP), Izin Pertambangan Rakyat (IPR) dan atau Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK)," ungkap Arly Jembar.

Penambang emas liar ini, lanjut dia, melakukan aksinya dengan menggunakan 1 (satu) unit alat berat jenis Excavator merk Komatsu.

"Modus Operandi dilakukan yakni kegiatan pertambangan tanpa izin usaha pertambangan dan pengolahan batuan dengan menggunakan mesin Stone Crusher," jelas Arly lagi.

Dia menambahkan, petugas selain menangkap tiga orang pelaku juga menyita barang bukti dalam melakukan penambangan emas liar.

"Barang Bukti yang disita yakni satu unit alat berat jenis excavator merk Komatsu warna kuning beserta 1 (satu) kunci kontak, 1 (satu) unit monitor dan 1 (satu) unit kontroler, satu unit mesin dompeng, satu unit asbox (penyaring hasil tambang, satu lembar karpet rumput sintetis warna Hijau; satu bungkus emas urai (belum dilakukan penimbangan, satu buah jerigen berisikan BBM jenis Solar; satu unit hp merk Oppo A5,satu unit hp merk Samsung lipat," tambahnya.

Dia menyatakan, saat ini ketiga pelaku masih dalam penyelidikan dan pengembangan penyidik Ditkrimsus Polda Sumbar.

Dari hasil penyidikan yang dilakukan oleh Penyidik Ditreskrimsus Polda Sumbar bahwa untuk pelaku utama/pemodal dan pemilik alat berat jenis Excavator merk Komatsu warna Kuning tersebut berinisial "K" (masih dalam pengejaran/DPO).

Ketiga pelaku dijerat Pasal 158 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. Pasal 158 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

"Setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa IUP, IPR atau IUPK sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37, Pasal 40 ayat (3), Pasal 48, Pasal 67 ayat (1), Pasal 74 ayat (1) atau ayat (5) dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp 10.000.000.000 ,00 (sepuluh miliar rupiah)," jelasnya mengutip isi pasal dari UU Minerba dan KUHP.

"Sedangkan asal 55 ayat (1) ke 1 KUHPidana berbunyi "Mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan, dan yang turut serta melakukan perbuatan"," jelas Arly.

Komentar