Padang Panjang Terapkan PSBB Tahap III

Metro-411 hit 19-05-2020 21:49
Wali Kota Fadli Amran saat pimpin rapat bersama tim gugus tugas Covid membahas perpanjang penerapan PSBB di Kota Padang Panjang, Selasa (19/5). (Dok : Istimewa)
Wali Kota Fadli Amran saat pimpin rapat bersama tim gugus tugas Covid membahas perpanjang penerapan PSBB di Kota Padang Panjang, Selasa (19/5). (Dok : Istimewa)

Penulis: Darizon Y | Editor: MN. Putra

Padang Panjang, Arunala - Pemerintah Kota (Pemko) Padang Panjang memperpanjang penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga 29 Mei mendatang, dengan sejumlah aturan yang diperbarui.

Untuk di pasar misalnya, bila PSBB tahap sebelumnya hanya beberapa komoditi yang dibolehkan berjualan, pada PSBB tahap III ini, justru seluruh komoditi diperbolehkan dibuka, namun dengan jam yang dibatasi.

"Jam operasional pasar dibatasi dari pukul 08.00 hingga pukul 17.00. Malam hari semua toko harus tutup. Lalu pedagang harus memakai masker dan sarung tangan," ungkap Wali Kota Padang Panjang Fadly Amran, Selasa (19/5).

Baca Juga

Fadly memutuskan hal itu setelah dirinya mendengarkan berbagai pandangan saat rapat Forkopimda di Hall lantai 3 Balaikota Padang Panjang hari sebelumnya.

"Yang perlu dipahami dalam PSBB, kita dihadapkan kepada kondisi new normal. "Yang biasanya kita berkumpul hingga jam 12 malam jelang Lebaran di pasar, sekarang tidak seperti itu," ungkap Fadli Amran didampingi Wakil Wali Kota Asrul, Ketua DPRD Mardiansyah, Forkopimda kota setempat dan pejabat lainnya.

Kemudian, untuk masjid yang menyelenggarakan shalat Jumat, harus memastikan jamaah tersebut merupakan jamaah yang berasal dari sekitar masjid. "Pengurus diminta untuk cermat. Untuk memastikan jamaah tersebut berasal dari sekitar masjid bisa dengan membuatkan kartu dari RT setempat," saran Fadli lagi.

Pada pelaksanaan shalat Jumat beberapa ketentuan yaitu jamaah berwuduk lebih dulu di rumah masing- masing, lalu jamaah membawa sajadah sendiri dan jamaah harus pakai masker dan sarung tangan.

"Pelaksanaan shalat Jumat harus memperhatikan protokol kesehatan seperti memakai masker dan sarung tangan," lanjut Wako ini.

Untuk ketentuan kendaraan bermotor, tambah dia, aturan yang berlaku masih sama dengan penerapan PSBB tahap dua.

"Penumpang kendaraan hanya dibolehkan 50 persen dari kapasitas angkut mobil, dan motor satu orang," kata Fadli Amran.

Komentar