Bawa Kayu tak Bersurat, R Ditangkap Polres Dharmasraya

Metro- 16-04-2022 20:13
Kapolres Dharmasraya, AKBP Nurhadiansyah bersama jajaran tunjukkan kayu hasil tangkap dari anggotanya, di Mako Polres Dharmasraya, Sabtu (16/4). (Dok : Istimewa)
Kapolres Dharmasraya, AKBP Nurhadiansyah bersama jajaran tunjukkan kayu hasil tangkap dari anggotanya, di Mako Polres Dharmasraya, Sabtu (16/4). (Dok : Istimewa)

Penulis: Darizon Y

Dharmasraya, Arunala - Polres Dharmasraya berhasil menangkap satu orang tersangka mengangkut hutan kayu olahan tanpa dilengkapi dengan dokumen yang sah, di Jalan lintas Sumatera Km 4 Jorong Sungai Nil, Nagari Sungai Kambut Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, Kamis (14/4).

Hal tersebut disampaikan Kapolres Dharmasraya, AKBP Nurhadiansyah saat jumpa pers di Lobi Mako Polres Dharmasraya, Sabtu (16/4).

Dalam keterangannya, AKBP Nurhadiansyah mengatakan, tersangka berinisial R (36) ditangkap saat membawa kayu olahan tanpa dilengkapi dengan dokumen yang sah dengan menggunakan mobil pikup warna putih merk Suzuki APV Nopol 8737 VQ.

Baca Juga

"Barang bukti yang berhasil ditahan dalam operasi penangkapan tersebut diantaranya satu unit mobil pikup warna putih merek Suzuki APV dengan Nopol BA 8737 VQ, berikut STNK-nya serta hasil hutan kayu olahan berukuran papan sebanyak lebih kurang 70 lembar (1,5 kubik)," sebut Nurhadiansyah.

Dirinya juga menyampaikan pengungkapan kasus perkara tindak pidana membawa dan mengangkut hasil hutan kayu olahan tanpa dilengkapi dengan dokumen yang sah diawali dari adanya laporan masyarakat ke Polres Dharmasraya.

"Setelah kami lakukan penyelidikan ternyata benar, dan ditemukan adanya oknum masyarakat yang melakukan perkara tindak pidana membawa dan mengangkut hasil hutan kayu olahan tanpa dilengkapi dengan dokumen yang sah," sambung Kapolres ini.

Dalam perkara ini, lanjutnya, tersangka diduga kuat melanggar pasal 83 ayat 1 huru b Jo pasal 12 huruf e Undang Undang No.18 tahun 2013 tantang pencegahan dan pemberantasan kerusakan hutan yang telah diubah pada pasal 37 angka 13 Undang Undang No.11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Dia melanjutkan, ancaman hukuman untuk kasus ini berupa ancaman penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun dan denda paling sedikit Rp500.000.000, dan paling banyak Rp2.500.000.000.

"Polres Dharmasraya ke depan akan terus berkomitmen menciptakan Harkamtibmas di wilayah Kabupaten Dharmasraya ini," pungkasnya. (*)

Komentar