Dishub Sumbar Siapkan Antisipasi Kerawanan Jalur Mudik

Metro- 25-04-2022 08:00
Gubernur Sumbar, Mahyeldi beri arahan dalam rakor persiapan angkutan Lebaran 2022 kepada forum lalu lintas dan angkutan jalan Pemprov Sumbar di Padang, Selasa (19/4). (Dok : Istimewa)
Gubernur Sumbar, Mahyeldi beri arahan dalam rakor persiapan angkutan Lebaran 2022 kepada forum lalu lintas dan angkutan jalan Pemprov Sumbar di Padang, Selasa (19/4). (Dok : Istimewa)

Penulis: Darizon Y

Pemerintah provinsi (Pemprov) Sumbar merancang langkah terkait rencana kepulangan para perantau yang akan mudik Lebaran tahun 2022 ini.

Kepala Dinas Perhubungan Sumbar, Heri Noviardi cek kelaikan salah satu bus trayek Padang-Jakarta di Terminal Solok, Jumat (22/4). (Dok : Istimewa)
Kepala Dinas Perhubungan Sumbar, Heri Noviardi cek kelaikan salah satu bus trayek Padang-Jakarta di Terminal Solok, Jumat (22/4). (Dok : Istimewa)

Hal itu terungkap dalam pembahasan pada rapat koordinasi persiapan angkutan Lebaran 1443 H/2022 M yang diadakan forum lalu lintas dan angkutan jalan Pemprov Sumbar di Padang, beberapa hari lalu.

Grafis Ruas jalan rawan macet/pasar tumpah di Sumbar. (Dok : Dishub Sumbar)
Grafis Ruas jalan rawan macet/pasar tumpah di Sumbar. (Dok : Dishub Sumbar)

Rakor yang diprakarsai Dinas Perhubungan Sumbar ini, nantinya akan melahirkan berbagai langkah menyangkut angkutan Lebaran dan antisipasi tingkat kerawanan arus lalu lintas saat mau lebaran mau setelah lebaran tahun 2022 dilalui pemudik masuk ke wilayah provinsi itu.

Baca Juga

"Pemudik sudah dua tahun tidak bisa pulang, pada Lebaran tahun ini, diprediksi pemudik banyak datang ke Sumbar, untuk itu sudah dilakukan antisipasi tingkat kerawanan," kata Kepala Dinas Perhubungan Sumbar, Heri Nofiardi dalam rakor tersebut.

Grafis Jalur alternative di Sumbar. (Dok : Dishub Sumbar)
Grafis Jalur alternative di Sumbar. (Dok : Dishub Sumbar)

Menurutnya, tindak kerawanan arus lalu lintas, diantaranya rawan macet, rawan kecelakaan, serta rawan longsor di sejumlah daerah di Sumbar.

"Untuk itu, Dinas Perhubungan sudah menyiapkan sejumlah petugas, sarana dan prasarana guna mengantisipasi tingkat kerawanan yang bakal terjadi di sejumlah ruas jalan wilayah Sumbar ini," ucapnya lagi.

Heri Nofiardi menerangkan, setidaknya ada 12 titik yang masuk rawan macet. Terdapat ruas jalan di arah Utara ada sembilan titik, diantaranya Pasar Lubuk Alung, Pasar Sicincin, Objek Wisata Lembah Anai, Objek Wisata Mifan.

Kemudian, RM Pak Datuak, Sate Mak Syukur, Pasar Koto Baru, Pasar Padang Luar, Pasar Baso, Simpang Piladang, Pasar Payakumbuh.

Sedangkan, untuk arah Selatan ada tiga titik diantaranya Simpang Gaung Teluk Bayur, Sepanjang ruas jalan Tarusan--Painan, serta Pasar Kambang.

Dia melanjutkan, untuk daerah rawan longsor di Sumbar, dari arah Timur diantaranya Padang--Lubuk Selasih, Lubuk Selasih--Padang Aro, Muaro Kalaban--Sawahlunto, Muaro Kalaban--Kiliranjao.

Untuk arah Barat, diantaranya Bukittinggi--Lubuk Sikaping, Arah Utara ruas jalan Sicincin--Padangpanjang, Sicincin--Malalak, Manggopoh--Padang Luar, Payakumbuh--batas Riau.

Sedangkan di arah Selatan diantaranya ruas jalan Padang-Painan, ruas jalan Painan--Tapan, ruas jalan Tapan--Bbatas Jambi (Kerinci).

"Bila terjadi kemacetan di ruas jalan yang disebutkan itu, sudah ada jalur alternatif, sedangkan rawan longsor sudah disiapkan alat berat," jelas Heri.

Dia menyebutkan, diprediksi dan diperkirakan perantau Minang yang akan pulang kampung sangat banyak melewati jalur darat.

"Berpotensi masyarakat akan lewat darat lebih besar jumlahnya daripada hari biasanya," ucap dia.

Dia juga memprediksi, ruas jalan di beberapa lokasi di Sumbar bakal terjadi kemacetan pada setelah Lebaran, dimana pemudik setelah Lebaran itu akan mencari objek-objek wisata, tempat kuliner, ditambah kantong-kantong parkir.

"Tingginya arus macet, diprediksi setelah lebaran, pemudik dipastikan akan datang maupun berkunjung ke lokasi objek wisata, tempat kuliner. Ini perlu diwaspadai," pungas Heri Nofriadi.

Dia menambah, untuk jalur udara, juga sudah ada peningkatan penerbangan di Bandara Internasional Minang (BIM). Pihak Angkasa Pura sudah antisipasi kemungkinan bakal terjadi di bandara. Penambahan penerbangan (ekstra flight) belum ada.

Heri mengimbau, para pemudik untuk tetap mematuhi arus lalu lintas, jangan terburu-buru. Bila merasa lelah mengendarai kendaraan diminta untuk istirahat.

Cek Kelaikan Angkutan

Seusai rakor, langkah konkret antipasti kemacetan arus mudik nanti langsung dilakukan Dishub Sumbar bersama Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) melakukan ramp check kelaikan angkutan penumpang di Terminal Solok, Kamis-Jumat (21-22/4) kemarin.

Heri Noviardi mengaku, pihaknya melakukan pengecekan di Terminal Solok lantaran di sana tempatnya bus antar jemput pemudik lintas provinsi, seperti dari Jakarta dan daerah lainnya.

"Pemeriksaan ini dilakukan untuk menghindari terjadinya kecelakaan terhadap angkutan penumpang dan keselamatan para penumpang yang mudik Lebaran Idul Fitri," tuturnya.

Heri membeberkan, pemeriksaan itu meliputi kondisi rem, lampu, ban, racun api dan lainnya. Namun belum ada ditemukan kesalahan.

"Dari pemeriksaan, kendaraan Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) dalam keadaan layak dan berfungsi," katanya.

Dia menambahkan, bagi AKAP atau AKDP yang sudah diperiksa dan uji kelayakan akan diberi stiker dari Dishub Sumbar bertanda layak untuk beroperasi.

Diprediksi Jumlah Pemudik Meningkat

Sementara itu, Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah menyebutkan, kemungkinan besar masyarakat yang akan mudik untuk Lebaran di kampung halaman tahun ini lebih tinggi dari pada masa Covid-19 sebelumnya

"Lebaran tahun 2022, perantau dari Minang pulang kampung ke Sumbar diperkirakan akan meningkat dikarenakan sudah dua kali Lebaran tidak dapat mudik," kata Mahyedi.

Beri Kenyamanan

Tidak hanya itu, Mahyeldi meminta kepada Dinas BMCKTR agar memperbaiki jalan yang rusak dan menyiapkan alat-alat berat di titik-titik yang berpotensi longsor.

"Termasuk juga merapikan jalan di sepanjang kewenangan kita, kalau bisa di setiap perbatasan dibersihkan, kapan perlu dibuat ucapan selamat datang dengan spanduk di semua perbatasan Sumbar, sehingga perantau merasa senang dan nyaman pulang ke Sumbar," ungkap dia.

Disamping itu, kenyamanan destinasi wisata juga mendapat perhatian khusus Mahyeldi antara lain penataan parkir dilokasi wisata, toilet yang representatif, tempat salat yang bersih, soal sampah, potensi kemungkinan pungli dan pemalak di lokasi wisata, termasuk adanya kepastian tarif makanan yang jelas di restoran.

"Agar perantau merasa nyaman pulang kampung, mari pastikan dilokasi wisata terbebas dari hal-hal yang dapat merusak kepariwisataan kita. Antara lain soal ketersediaan dan kebersihan toilet, adanya tempat sholat yang bersih, penyediaan tempat sampah yang cukup, ketertiban perparkiran, pastikan kemungkinan pungli dan atau pemalakan tidak ada," tukas Mahyeldi.

Kemudian kepada pihak restoran atau rumah makan baik dilokasi wisata atau dimanapun, Mahyeldi meminta mereka membuatkan daftar harga, sehingga tidak muncul persoalan dibelakang hari. Soal harga makanan di restoran ini dulu pernah jadi persoalan dan saya tidak ingin peristiwa itu terulang lagi.

"Kepada semua pihak, agar segera berkoordinasi, termasuk juga saya minta Badan Promosi Pemerintah Daerah (BPPD) agar berperan memsosialisasikan hal ini kepada semua pihak, sehingga para perantau merasa nyaman pulang kampung" tegas Mahyeldi.

Komentar