Mantan NII Dharmasraya Ngaku Organisasi Mereka Seperti Virus

Metro- 27-04-2022 23:10
Salah seorang mantan anggota NII memimpin rekan-rekannya ucapkan pencabut bai'at dan sumpah setia kepada NKRI, Rabu (27/4). (Foto : Anto)
Salah seorang mantan anggota NII memimpin rekan-rekannya ucapkan pencabut bai'at dan sumpah setia kepada NKRI, Rabu (27/4). (Foto : Anto)

Penulis: anto

Dharmasraya, Arunala - Ada penjelasan menarik dibalik pencabutan bai'at massal eks anggota Negara Islam Indonesia (NII) yang dilaksanakan di auditorium Kantor Bupati Dharmasraya, Kamis sore (27/4).

Seorang eks anggota NII, Islah Bahrawi menceritakan bagaimana dirinya masuk dan menjadi anggota NII.

"Untuk diketahui, NII sama seperti virus bagi pengikutnya," kata Islah Bahrawai.

Hal tersebut ditegaskan pria asal Kota Lampung itu di hadapan ratusan mantan pengikut NII di Dharmasraya usai pencabutan bai'at dan pengucapan sumpah setia kepada NKRI di auditorium Dharmasraya pada Rabu sore (27/4).

Hal ini juga disaksikan langsung Kadensus 88 AT Polri, Irjen Pol Marthinus Hukom, Gubernur Sumbar, Mahyeldi, Kapolda Sumbar, Irjen Pol Teddy Minahasa, Danrem 032 Wirabraja, Kabinda Sumbar, Bupati Dharmasraya Sutan Riska, Kapolres Dharmasraya, Kapolres Dharmasraya, dan lainnya.

Dia menyebutkan, pernah mendapatkan reward dan penghargaan pemerintahan NII sebagai orang yang melakukan perekrutan pengikut NII terbanyak.

"NII itu sama seperti virus, tidak terlihat tapi menyebar kemana-mana. Itulah yang saya rasakan selama bergabung dengan NII, bahkan kami sendiri tidak mengetahui jika saudara kami tergabung dengan NII," ungkapnya.

Pria ini juga menyampaikannya, untuk menghilangkan atau membasmi suatu virus tentunya dengan vaksinasi seperti halnya virus Covid-19.

"Kegiatan yang dilakukan hari ini merupakan bentuk vaksinasi terhadap virus NII, semoga apa yang kami lakukan hari ini dapat mencerahkan pemikiran saya dan saudara kami yang pernah bergabung dengan kelompok NII," harapnya.

Dia juga menceritakan, sedikit perbedaan dirinya dengan ratusan mantan pengikut NII di Dharmasraya yakni untuk keluar dari NII, ia sempat mendapat teror dan ancaman, sementara saat inidi Dharmasraya mantan NII mendapat perlindungan dari negara.

"Allhamdulillah, dengan berjalannya waktu, saya bisa keluar dari kelompok tersebut, karena saya capek dengan perasaan yang was-was dengan bayangan dari aparat." ucapnya.

Dia dengan serius mengaku akan bergerak melakukan sosialisasi agar NII tidak terus berkembang, bersama mantan anggota NII yang sudah kembali ke NKRI dan setia pada Pancasila dan Undang-Undang 1945.

Menurutnya, NII tidak mewakili agama Islam karena dari pemikiran pengikut NII yang bukan pengikut NII merupakan orang yang sesat.

Komentar