Lagi, 518 Mantan Anggota NII di 8 Daerah di Sumbar Cabut Bai'at

Metro- 29-04-2022 21:55
Suasana cabut bai'at ratusan mantan anggota NII di Tanahdatar, Jumat sore (29/4). (Dok : Istimewa)
Suasana cabut bai'at ratusan mantan anggota NII di Tanahdatar, Jumat sore (29/4). (Dok : Istimewa)

Penulis: Darizon Y

Tanahdatar, Arunala - Setelah di Dharmasraya, kali ini ratusan orang yang tergabung dalam kelompok Negara Islam Indonesia (NII), dari beberapa daerah di Sumbar, kembali lakukan cabut bai'at massal untuk kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Namun pencabutan bai'at mantan anggota NII di Sumbar yang digelar di gedung Maharajo Dirajo, Batusangkar, Tanahdatar, Jumat sore (29/4) itu lebih banyak dari sebelumnya, yakni 518 orang.

Ratusan mantan anggota NII yang cabut bai'at itu berasal dari Kota Padang dan Payakumbuh, lalu dari Kabupaten Agam, Tanahdatar, Solok, Solok Selatan, Sijunjung dan Limapuluh Kota.

Baca Juga

Kapolda Sumbar Irjen, Pol Teddy Minahasa menceritakan, sejarah berdirinya Republik Indonesia (RI) , aktor intelektualnya berasal dari Minang.

Salah satunya adalah Proklamator yakni Bung Hatta, dengan perumusnya M Yamin, Sutan Syahrir, Tan Malaka, Imam Bonjol, M Natsir, dan Rasuna Said.

"Apakah saudara-saudara tahu bahwa tokoh-tokoh tersebut adalah pendiri bangsa? Maka, saya berharap jangan nodai warisan dari tokoh Minang ini yang sudah berjuang mengobarkan darah dan air mata demi berdirinya NKRI," ucap Irjen Pol Teddy Minahasa dalam pelaksanaan pencabutan bai'at itu.

Dia menekankan, jangan nodai dengan rencana yang disusun oleh kelompok radikal, baik itu makar atau tindakan separatis lainnya.

"Karena, saya (Polri) dan TNI akan menjadi garda terdepan dan benteng terakhir demi menjaga keutuhan NKRI," tegas Teddy Minahasa menambahkan.

Ia meyakini dan percaya, bahwa mereka yang sebelumnya ikut kelompok tersebut hanya karena dibujuk dan dirayu, dan saat ini telah mencabut bai'atnya serta benar-benar menyatakan kesetiaannya kembali pada NKRI, Pancasila dan Undang-Undang 1945.

"Karena itu, dari lubuk hati yang paling terdalam, saya sampaikan apresiasi dan rasa haru atas kesadaran saudara-saudara untuk kembali berikrar setia kembali ke NKRI," jelasnya.

Teddy juga menegaskan, akan memberikan tenggat waktu sampai tanggal 20 Mei 2022 yang bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional.

"Jika tidak melakukan cabut bai'at di tenggat waktu itu, akan saya tegakkan hukum yang sekeras kerasnya," tegas jenderal bintang dua ini.

Komentar