Ribuan Eks NII di Sumbar Telah Cabut Bai'at

Metro- 12-05-2022 15:39
Kapolda Sumbar, Irjen Pol Teddy Minahasa bersama Gubernur Mahyeldi seusai cabut bai'at di Kabupaten Limapuluh Kota, Kamis (12/5). (Dok : Istimewa)
Kapolda Sumbar, Irjen Pol Teddy Minahasa bersama Gubernur Mahyeldi seusai cabut bai'at di Kabupaten Limapuluh Kota, Kamis (12/5). (Dok : Istimewa)

Penulis: Darizon Y

Limapuluh Kota, Arunala - Kapolda Sumbar, Irjen Pol Teddy Minahasa menyampaikan terima kasih, apresiasi serta penghargaan yang setinggi tingginya atas kesadaran warga di Sumbar yang terpapar aliran radikalisme NII (Negara Islam Indonesia), dengan kesadaran tinggi kembali menyatakan kesetiaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Tenggang waktu yang saya berikan sampai 20 Mei, Alhamdulillah sebelum sampai 20 Mei seluruhnya telah cabut bai'at," ucap Irjen Pol Teddy Minahasa usai menghadiri prosesi cabut bai'at massal dan pengucapan sumpah setia Jilid III kepada NKRI, di aula kantor Bupati Limapuluh Kota, Kamis (12/5).

Ia menyebut, dari jumlah yang diketahui dari Mabes Polri sebelumnya sejumlah 1.125 orang, kemudian dari pengembangan yang dilakukan menjadi 1.157 orang. "Jadi ada penambahan anggota NII 32 orang," katanya.

Baca Juga

Teddy Minahasa menerangkan, dari yang telah di release di Kabupaten Dharmasraya adalah sebanyak 391 orang, kemudian di Kabupaten Tanahdatar 518 orang, dan untuk hari ini adalah 225 orang.

"Seluruhnya yang sudah melakukan cabut bai'at sejumlah 1.134," kata Teddy Minahasa.

Dirinya menerangkan, 16 orang pertama telah dilakukan penangkapan, dan ada tujuh orang yang meninggal dunia. Meninggal dunianya bukan karena penegakan hukum, tapi sudah takdirnya meninggal dunia.

"Sekali lagi saya ucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi tingginya seluruh anggota NII yang telah sadar tanpa dipaksa paksa menyatakan setianya kepada NKRI," sebutnya.

Ia pun menambahkan, kepada seluruh mereka yang telah kembali kepada NKRI tersebut, nantinya akan dilakukan pembinaan dan pengawasan serta monitoring secara bersama-sama dengan stakeholder dan juga elemen bangsa.

"Tugas kita para stakeholder tidak selesai sampai disini, kita tetap memiliki tanggung jawab moral. Kita harus menjadi garda yang terdepan dalam mencegah dan menangkal segala bentuk paham radikal yang merongrong kesaktian Pancasila dan mengganggu keutuhan NKRI," kata Teddy Minahasa.

Komentar