Audy: Almarhum Jadi Model Daya Juang bagi Generasi Muda

Metro- 23-05-2022 09:35
Wagub Sumbar, Audy Joinaldy melayat duka keluarga Almarhum di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Minggu (22/5). (Dok : Istimewa)
Wagub Sumbar, Audy Joinaldy melayat duka keluarga Almarhum di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Minggu (22/5). (Dok : Istimewa)

Penulis: Darizon Y

Jakarta Arunala - Mantan Menteri Perindustrian Fahmi Idris, berpulang. Beliau mengembuskan nafas terakhir di ICU Rumah Sakit Medistra, Jakarta, Minggu (22/5) sekitar pukul 10.00 WIB.

Kabar duka itu langsung mendapat respon Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy yang kebetulan tengah berada di Jakarta.

Langkah berikutnya, Audy langsung melayat ke rumah duka keluarga Almarhum di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan di hari yang sama.

Baca Juga

Pada kunjungan itu, Audy diterima oleh istri Almarhum, Yeni Fatmawati. Dalam suasana duka yang mendalam, Yeni yang baru saja pulang dari pemakaman di Tanah Kusir, lantas menyampaikan permohonan maaf Almarhum pada masyarakat Sumbar melalui wakil gubernur itu.

"Mohon dimaafkan Alamarhum jika selama hidup Beliau memiliki salah dan khilaf," kata Yeni.

Audy Joinaldy beserta jajaran yang hadir juga menyampaikan duka cita atas nama Pemprov Sumbar.

"Kami turut berduka atas berpulangnya Bapak Fahmi Idris. Meneruskan pesan dari Gubernur Sumbar, Mahyeldi, kami juga menyampaikan permintaan maaf beliau yang belum berkesempatan hadir di tengah keluarga karena jadwal tugas yang sangat padat dan tidak dapat ditinggalkan," kata Audy.

Mengenang Fahmi Idris, beliau adalah putra Minangkabau yang pernah didapuk sebagai Menteri Tenaga Kerja pada Kabinet Reformasi Pembangunan, Presiden B J Habibie.

Di samping itu, di era Kabinet Indonesia Bersatu, pada masa Kepresidenan, Susilo Bambang Yudhoyono, beliau menjabat sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, dilanjutkan sebagai Menteri Perindustrian hingga tahun 2009.

Adapun Fahmi juga dikenal sebagai politisi dan wirausahawan. Pada 2008, ia mengambil pendidikan master untuk hukum bisnis di Universitas Padjadjaran, kemudian pada 2012, ia meraih gelar Doktor bidang Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) dari Universitas Negeri Jakarta.

Selain itu, beliau juga menyandang gelar Profesor Kehormatan dari Universitas Negeri Padang (UNP), yang memberi penghormatan atas karya-karya akademik beliau berupa buku serta jurnal yang bereputasi di tingkat nasional maupun internasional.

Fahmi Idris merupakan model daya juang dan contoh bagi generasi muda, bahwa semangat pantang menyerah dan keinginan untuk terus berprestasi dapat mengalahkan rintangan-rintangan di luar diri manusia.

Sumbangsih beliau terhadap pembangunan, pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia di Indonesia, khususnya di Ranah Minang tak diragukan. (*)

Komentar