19 Crew KMP Ambu-Ambu Negatif Covid

Ekonomi-840 hit 26-05-2020 15:41
Suasana Pelabuhan Bungus saat jalani aktivitas. (Dok : Istimewa)
Suasana Pelabuhan Bungus saat jalani aktivitas. (Dok : Istimewa)

Penulis: Amazwar Ismail | Editor: MN. Putra

Padang, Arunala - Sebanyak 19 crew kapal KMP Ambu-Ambu yang sebelumnya sempat diisolasi di Diklat Kemenag Sumbar, sejak Jumat (22/5) dinyatakan hasil swabnya negatif virus corona (Covid-19).

Hal ini disampaikan GM PT ASDP Cabang Padang, Arsil saat menghubungi Arunala.com di Padang, Selasa siang (26/5).

"Pernyataan negatifnya hasil swab 19 crew kapal itu, kami terima dari pihak Laboratorium Kesehatan Unand, Minggu (24/5) sekitar pukul 14.00 ," ucap Arsil.

Baca Juga

Selain crew kapal, lanjut Arsil, 32 orang penumpang lainnya dan pengemudi kendaraan yang juga menjalani pemeriksaan swab pada Jumat (22/5) lalu, juga dinyatakan negatif.

Sebagaimana ketahui, jelas Arsil, kapal KMP Ambu-Ambu yang berisikan 19 crew dan 32 penumpang berangkat dari Pelabuhan Bungus Padang menuju Pulau Sikakap, Mentawai, Selasa (19/5).

Besok harinya, yakni Rabu (20/5) disaat kapal akan merapat ke dermaga Sikakap, didapat informasi bahwa satu orang penumpang kapal berstatus ODP. Sehingga kemudian kapal disuruh balik lagi ke Pelabuhan Bungus.

Lalu, sambung Arsil, Jumat pagi (22/5) kapal ini sampai di Bungus, dan seluruh penumpang termasuk crew kapal langsung dievakuasi oleh tim Satgas Covid Matra Laut ke Diklat Kemenag Sumbar untuk jalani pemeriksaan swab.

"Dan Alhamdulillah, ternyata hasil swab crew kami termasuk para penumpang lainnya dinyatakan negatif," ulas Arsil lagi.

Ditanya pasca menjalani masa isolasi, apakah aktivitas pelayaran kapal antarpulau di Padang dihentikan? Arsil menjawab memang dihentikan sementara.

"Tapi itu penghentian sementara itu bukan karena persoalan diisolasi nya crew KMP Ambu-Ambu, tapi kami dapat imbauan dari KSOP Teluk Bayur dimana sejak Selasa (19/5) hingga Selasa ini (26/5) kapal untuk tidak berlayar karena cuaca lagi tidak baik dan ditambah informasi pihak BMKG menyebutkan tingginya gelombang laut, dan hal itu kami patuhi," sebut Arsil.

Mengenai tindaklanjut pelayaran kapal, mengingat dari batas waktu imbauan KSOP itu akan berakhir Selasa ini, Arsil menyebutkan akan menunggu kembali update cuaca dari BMKG dan juga penjelasan dari KSOP Teluk Bayur.

Komentar