Besok, Kemendikbudristek Luncurkan Praktisi Mengajar

Metro- 02-06-2022 19:37
Gedung Convention Hall Unand. (Foto : Fajril)
Gedung Convention Hall Unand. (Foto : Fajril)

Penulis: Fajril

Padang, Arunala - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI akan meluncurkan Merdeka Belajar Kedua Puluh: Kampus Merdeka Praktisi Mengajar, besok (3/6), secara daring.

Melalui program praktisi mengajar ini, Kemendikbudristek mendorong relevansi kompetensi lulusan baru dengan kebutuhan dunia kerja, mendorong kolaborasi lanjutan perguruan tinggi dan industri. Termasuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul bagi Indonesia.

"Besok sekitar pukul 09.30 WIB, mas Menteri (Mendikbudristek, Nadiem Makarim) akan meluncurkan program praktisi mengajar secara daring. Mas Menteri akan menjelaskan bagaimana program praktisi mengajar tersebut," kata Direktur Sumber Daya Ditjen Diktiristek Kemendikbudristek RI, Mohammad Sofwan Effendi di sela-sela Peletakan Batu Pertama Gedung Laboratorium Sentral Universitas Andalas, kepada Arunala.com , Kamis (2/6).

Baca Juga

Ia menjelaskan kehadiran program praktisi mengajar ini dikarenakan survei sebelumnya yang dilakukan oleh Willis Towers Watson pada tahun 2016 sampai tahun 2018.

"Dalam survei itu menyatakan delapan dari sepuluh perusahaan di Indonesia mengeluhkan sulitnya mencari lulusan perguruan tinggi yang siap kerja," ungkapnya.

Program praktisi mengajar ini, sebut Sofwan, dilaksanakan antara praktisi yang ahli dibidangnya dengan perguruan tinggi di Indonesia baik akademik maupun vokasi.

"Dengan kolaborasi ini diharapkan agar lulusan dapat memperoleh ilmu dan kecakapan yang relevan dengan kebutuhan dan tantangan dunia kerja," ucap Sofwan.

Pendaftaran untuk praktisi mengajar ini masih dibuka. Khusus praktisi dibuka sejak 11 April 2022 dan akan ditutup pada 17 Juni 2022. Sedangkan bagi perguruan tinggi telah dibuka sejak 2 Mei dan akan ditutup pada 24 Juni 2022.

"Bagi praktisi yang akan mendaftar program Praktisi Mengajar 2022, ada persyaratan atau ketentuan tertentu yang wajib diperhatikan terlebih dahulu. Sebelum masuk ke dalam persyaratan-persyaratan pendaftaran praktisi, ada satu hal yang perlu diperhatikan juga yakni terkait skema program," terangnya.

Bagi praktisi yang ingin mendaftar program, sebut Sofwan, namun bingung karena memiliki waktu yang terbatas.

Program Praktisi Mengajar menawarkan dua skema kolaborasi yang dapat disesuaikan dengan komitmen dan ketersediaan waktu masing-masing.

"Silakan bagi praktisi maupun perguruan tinggi untuk melakukan pendaftaran pada link yang telah disediakan Kemendikbudristek," ujar Sofwan.

Bentuk kegiatan program Praktisi Mengajar dilakukan dengan kuliah satu semester penuh. Kemudian kuliah yang dilakukan menjadi pelengkap kurikulum yang ada.

"Selain itu, kuliah yang dilaksanakan yakni mengisi kesenjangan keterampilan dan pengalaman praktisi industri," ucapnya.

Ia mengatakan Kemendikbudristek akan mendanai para praktisi untuk mengajar di kampus.

"Bagaimana skema pendanaannya tidak bisa saya jelaskan saat ini. Silakan saja rekan media mendengarkan langsung penjelasan mas Menteri melalui kanal youtube, besok (3/6)," tegas Sofwan.

Komentar