Jamaah Wafat di Saudi akan Dibadalhajikan

Metro- 06-06-2022 21:31
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Padang memasangkan gelang identitas dan memberikan nomor manifes kepada salah seorang CJH asal Padang di Aula Makkatul Mukarramah Asrama Haji, Senin (6/6). (Dok : Istimewa)
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Padang memasangkan gelang identitas dan memberikan nomor manifes kepada salah seorang CJH asal Padang di Aula Makkatul Mukarramah Asrama Haji, Senin (6/6). (Dok : Istimewa)

Penulis: Fajril

Jakarta, Arunala - Kementerian Agama menegaskan setiap jamaah yang wafat di Arab Saudi akan dibadalhajikan.

Badal haji merupakan wakil haji atau seseorang yang melaksanakan ibadah haji untuk menggantikan orang lain yang tak bisa menunaikan haji, semisal karena meninggal dunia.

"Seluruh jamaah yang wafat di Arab Saudi akan dibadalhajikan," ujar Sekretaris Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Ahmad Abdullah dalam keterangan resminya, Senin (6/6).

Baca Juga

Penjelasan ini disampaikan Abdullah menyusul adanya satu jamaah haji Indonesia yang wafat setibanya di Madinah. Jamaah tersebut bernama Suhati Rahmat Ali Binti H Rahmat berusia 64 tahun.

Almarhumah tergabung dalam kelompok terbang (Kloter) pertama Embakasi Jakarta-Pondok Gede (JKG1).

"Mari kita doakan semoga almarhumah wafat dalam keadaan husnul khatimah dan ibadahnya diterima Allah SWT. Amin," harapnya.

Abdullah memastikan pihaknya akan menyampaikan data dan kondisi jamaah haji Indonesia.

Baik yang masih di Tanah Air maupun yang sudah di Tanah Suci. Termasuk akan dijelaskan juga data jamaah haji Indonesia yang wafat.

"Pemerintah hanya akan merilis data jamaah wafat yang telah keluar COD-nya (certificate of dead) dari pihak berwenang," tegas Abdullah.

Di sisi lain, Abdullah mengatakan kondisi cuaca rata-rata di Arab Saudi pada hari ini berkisar antara 30C - 43C dengan kelembaban rata-rata 8 persen.

Jamaah diimbau untuk tidak banyak beraktivitas di luar ruangan mengingat suhu udara di Arab Saudi cukup panas.

"Jamaah haji kami harap selalu menerapkan protokol kesehatan, makan dan minum tepat waktu dan beristirahat yang cukup," pesannya.

"Keluarga jamaah haji di Indonesia juga diharapkan dapat mengingatkan para jamaah, baik yang sudah berangkat ke Arab Saudi maupun yang masih di Tanah Air," tandasnya.

Gunakan Sandal

Terpisah, Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah Amin Handoyo mengimbau jamaah untuk tetap menggunakan alas kaki saat berada di pelataran Masjid Nabawi.

Penggunaan alas kaki sangat penting untuk mencegah kulit kaki melepuh akibat panasnya lantai.

"Sandal harus tetap dipakai, nanti dibuka saat di depan pintu masjid," kata Amin Handoyo, di Madinah, Arab Saudi. Ketika hendak masuk masjid, jamaah bisa menyimpan sandal dalam plastik yang dibawa.

Kemudian, sandal bisa diletakkan di sisi jamaah saat salat. Atau, sandal juga bisa dimasukkan atau diikatkan di tas yang dibawa.

"Jadi buka saja di depan pintu masuk masjid, lalu selesai salat begitu keluar pakai langsung," katanya. (*)

Komentar