Ali Tanjung Minta Manajemen Bank Nagari Edukasi Nasabahnya

Metro- 10-06-2022 18:38
Ketua Komisi III DPRD Sumbar, Ali Tanjung. (Foto : Arzil)
Ketua Komisi III DPRD Sumbar, Ali Tanjung. (Foto : Arzil)

Penulis: Arzil

Padang, Arunala - Kasus skimming yang dialami ratusan nasabah Bank Nagari di Sumbar, memang menyita perhatian banyak pihak, tidak terkecuali Komisi III DPRD Sumbar yang membidangi keuangan.

Malah pihak Komisi ini meminta dengan tegas, jadikan kasus skimming yang melanda Bank milik daerah Sumbar ini untuk momentu evaluasi total bagi pihak bank bersangkutan.

Penegasan ini disampaikan Ketua Komisi III DPRD Sumbar, Ali Tanjung kepada Arunala.com di ruang kerjanya kemarin.

Baca Juga

"Sebenarnya, sejak awal kasus skimming di Bank Nagari itu mencuat, kami dari Komisi III sudah beri peringatan keras kepada pihak manajemen Bank Nagari, untuk lakukan evaluasi total kinerja bank tersebut," kata Ali Tanjung.

Selain itu, lanjutnya, dalam rapat kerja pertama dengan pihak Bank pascakejadian skimming itu tempo hari, mereka mengatakan sudah menemukan kelemahannya yaitu masih adanya kartu ATM mereka yang menggunakan magnetic stripe yaitu kartu yang masih menggunakan stiker hitam panjang di bagian belakang kartu ATM.

"Nah, ketika saya tanyakan dalam rapat itu menyangkut berapa banyak lagi kartu ATM seperti itu (magnetic stripe, red) yakni kartu ATM yang memiliki chip di bagian depan kartu ATM pada nasabah Bank Nagari, pihak bank ini menyebutkan ada sekitar 90 ribuan kartu lagi," ujar Ali Tanjung.

Masih penuturan pihak Bank Nagari, Ali Tanjung menyebutkan dengan masih ada puluhan ribu ATM lagi yang gunakan magnetic stripe, maka pihak bank mengaku telah memesannya kartu ATM pengganti yang menggunakan mikro chip kepada ke pihak Bank Indonesia.

Kader partai Demokrat ini melihat, dengan akan adanya kartu ATM pengganti yang gunakan mikro chip dari bank ini, maka diyakini aksi skimming uang nasabah akan bisa dihindari.

"Pasalnya, dengan kartu yang ada chip ini, jelas akan sulit bagi seseorang untuk lakukan pencurian data nasabah, termasuk saldo tabungannya di Bank Nagari ini," ujar Ali Tanjung menambahkan.

Ditanya, berapa lama proses penggantian kartu nasabah dari magnetic stripe ke mikro chip yang dilakukan Bank Nagari?.

Ali Tanjung menjawab, untuk hal itu pihaknya belum dapat info pasti dari Bank Nagari, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk proses penggantian kartu nasabah yang pakai mikro chip itu.

Kemudian, upaya antisipasi terjadinya kembali kasus skimming pada nasabah Bank Nagari jelang ada penggantian kartu ATM, Ali Tanjung minta para nasabah Bank Nagari agar melakukan transaksi tunai menggunakan e banking bank nagari, dengan cara menggunakan smartphone (hp).

"Dengan cara ini ada pengamanannya, karena ndak mungkin Hp dikasih kasihkan ke orang lain kan?, Kemudian notifikasi diaktifkan semua, karena notifikasi ini membantu juga bagi nasabah yang ATM-nya dibobol orang, bisa langsung diketahui melalui notifikasi tadi," ucap Ali Tanjung.

Selain itu, dirinya juga menerangkan, agar pihak Bank Nagari memberi edukasi pada nasabahnya, baik menyangkut ATM yang gunakan mikro chip maupun aplikasi e banking bank nagari itu.

"Soalnya saya mengetahui belum semua dari nasabah bank milik pemerintah daerah ini yang paham atau mengerti menggunakan aplikasi transaksi tunai e banking bank nagari ini. Dan ini nantinya akan saya sampaikan dalam rapat kerja berikutnya pada seluruh jajaran pihak Bank Nagari hingga kepala cabangnya agar lakukan edukasi penggunaan aplikasi e banking bank nagari ini," pungkas Ali Tanjung.

Komentar