Kabar Duka dari Arab Saudi, Jamaah Haji asal Sumbar Wafat

Metro- 11-06-2022 13:56
Ka'bah. (Dok : Istimewa)
Ka'bah. (Dok : Istimewa)

Penulis: Fajril

Padang, Arunala - Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Jamaah haji asal Embarkasi Padang tergabung dalam Kloter IV, Bangun Lubis Wahid, 59, meninggal dunia di Madinah, Arab Saudi, Jumat (10/6).

Meninggalnya Bangun Lubis Wahid merupakan kasus wafat pertama untuk jamaah haji asal Embarkasi Padang di Arab Saudi.

"Satu jamaah kita bernama Bangun Lubis Wahid, 59, nomor manifes 262 meninggal asal Pasaman, meninggal dunia di Madinah.

Baca Juga

Dia tergabung dalam Kloter IV Embarkasi Padang," kata Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Sumbar, Joben, kepada Arunala.com , Sabtu (11/6).

Joben menjelaskan jamaah ini sebelum meninggal dunia melaksanakan ibadah salat Ashar di Masjid Nabawi, Madinah. Ketika akan keluar masjid usai shalat, jamaah ini tiba-tiba sempoyangan dan jatuh di depan lobi masjid sekira 16.50 Waktu Arab Saudi.

"Melihat kejadian itu, jamaah lain menolong dan menghubungi dokter kloter yang kebetulan masih berada dekat dengan lokasi kejadian," ungkapnya.

Dokter kloter pun, sebut Joben, melakukan pertolongan pertama kepada jamaah tersebut.

"Lima menit kemudian, datang bantuan dari Sektor 2 Madinah. Dan, langsung dirujuk ke RS King Fadh di Madinah. Kira-kira pukul 17.20 Waktu Arab Saudi, beliau menghembuskan nafas terakhir," ucap Joben.

Setelah dinyatakan meninggal dunia, administrasi jamaah calon haji itu diurus ke sektor dua Madinah dan Daker Madinah.

Selanjutnya oleh Daker dilimpahkan ke KKHI untuk pengurusan pemulasaran almarhum.

"Jamaah haji kita ini dimakamkan di Baqi. Yang bersangkutan dimakamkan usai dishalatkan di Masjid Nabawi bakda salat subuh tadi," sebut Joben seraya mengatakan tim Kemenag Sumbar hari ini melayat ke rumah duka di Pasaman.

Joben juga mengatakan telapak kaki seorang jamaah haji dari Kloter I Embarkasi Padang, Basri Tasmin, 61 sempat melepuh karena tidak mengenakan sandal saat berjalan kaki di halaman masjid di Madinah Arab Saudi, Senin (6/6).

"Kejadian itu terjadi lima hari yang lalu, atau hari kedua jamaah kloter I tiba di Madinah.Tapi sekarang sudah sehat," ucap Joben.

Joben mengatakan, saat ini di Tanah Suci suhu udara sangat tinggi, bahkan mencapai 45 derajat celsius. "Jadi, setiap jamaah diminta untuk selalu mengenakan alas kaki saat beraktivitas di luar batas suci," imbaunya.

Hingga saat ini, tujuh kloter calon jamaah haji dari Embarkasi Padang sudah berangkat ke Arab Saudi. Hingga saat ini pula, sebanyak 2.745 jamaah haji dari Embarkasi Padang sudah tiba di Tanah Suci.

Sekretaris Provinsi Sumbar Hansastri saat pelepasan jamaah Kloter VII di Asrama Haji Tabing, Padang mengimbau calon jamaah haji untuk menjaga kesehatan, banyak makan buah dan sayur serta minum yang cukup.

Pilihlah aktivitas-aktivitas yang utama dulu, wajib dan rukun haji. Supaya tenaga bisa dimafaatkan untuk ibadah yang wajib.

"Tak sekadar itu saja, tentu menjaga nama baik bangsa Indonesia. Di sana nanti akan ketemu dengan berbagai bangsa dari mancanegara, sehingga jamaah menjadi duta yang mewakili Indonesia. Kalau berlaku baik maka citra kita seluruh Indonesia akan baik. Kalau berlaku kurang baik maka itulah yang ada di dalam pikiran orang luar negeri itu," ungkap Hansastri.

Kloter VII terbang Jumat malam pukul 20.10 dari BIM menuju Madinah.

Sementara jamaah Bengkulu tiba di BIM dalam dua penerbangan dengan pesawat Lion Air. Pesawat pertama pukul 15.50 dan pesawat kedua 16.30. (*)

Komentar