Padangpanjang jadi Kota Statistik Pertama di Indonesia

Metro- 13-06-2022 13:20
Wako Fadly Amran serahkan penghargaan kepada kepala BPS Kota Padangpanjang, Ariz Junaidi ketika pencanangan Kota Statistik di kota itu, Senin (13/6)). (Dok : Istimewa)
Wako Fadly Amran serahkan penghargaan kepada kepala BPS Kota Padangpanjang, Ariz Junaidi ketika pencanangan Kota Statistik di kota itu, Senin (13/6)). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Padangpanjang, Arunala - Senin ini (13/6), Kota Padangpanjang, Sumbar, ditetapkan sebagai kota statistik yang pertama di Indonesia.

Penetapan kota Serambi Mekah sebagai kota statistik pertama di Indonesia itu, dilakukan oleh Deputi BPS RI, Imam Machdi saat pencanangan digelar di Kota Padangpanjang, Senin itu.

"Hari ini dicanangkan Kota Padangpanjang sebagai kota statistik pertama, dan ini sudah melewati proses dari Presiden yang mencanangkan program Satu Data secara nasional," ujar Imam Mahdi.

Baca Juga

Tugas BPS, kata dia, adalah memproduksi data. Data itu berkualitas, objektif dan independen untuk menjadi pedoman bagi stakeholder di seluruh pemangku kepentingan.

Dirinya menambahkan, Kota Padangpanjang banyak gelar, Kota Literasi, Kota Smart City, Kota Literasi hingga penghargaan Kota Informatif, dan kini bertambah lagi penghargaannya sebagai Kota Statistik.

Adapun Wali Kota Padangpanjang, Fadly Amran yang mengutip penjelasan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan, siapa yang menguasai data maka dia akan menguasai dunia.

"Pencanangan Padangpanjang sebagai Kota Statistik dan menjadi kota kabupaten pertama di Sumbar adalah rentetan dari berbagai proses, saya paham berproses tak akan pernah mengingkari hasil," ujar Fadly Amran.

Fadly Amran menambahkan, negara atau daerah yang menguasai data jadi garansi bagi kemajuan negara atau daerah itu ke depan, persoalannya data untuk pembangunan harus dipahami oleh seluruh stakeholder.

"Untuk itu, siapa saja pengambil kebijakan dan pelaksana ke depan harus memahami arti penting satu data ini," ujar Fadly Amran lagi.

Sedangkan Kepala BPS Padangpanjang, Ariz Junaidi menegaskan untuk di Sumbar, Padangpanjang menjadi kota pertama memiliki Perwako No.4/2021 tentang Satu Data, setelah Presiden Jokowi menerbitkan Perpres Satu Data nasional ini.

"Perwako ini kemudian kami tindaklanjuti dengan membuat Pojok Statistik yang diresmikan oleh Kepala BPS RI, Margo Yuwono dan Deputi BPS RI, Imam Machdi, selain pencanangan kota statistik, juga diluncurkan Kelurahan Cantik (Cinta Statistik) di Kota Padangpanjang," kata Ariz Junaidi.

Di sisi lain, Komisioner Komisi Informasi (KI) Sumbar, Adrian Tuswandi menegaskan bahwa data adalah tiang bagi keterbukaan informasi publik.

"Bahkan Pak Presiden kemarin di Bogor dihadapan kepala daerah dan kementeriannya mengatakan harus terbuka. Seluruh lembaga pemerintahan harus saling terbuka, jangan di rapat saja sepakat terbuka, tapi prakteknya tidak. Ini yang ditegaskan Presiden saat rakor bersama kepala daerah itu," ujar Adrian Tuswandi.

"Untuk Keterbukaan Informasi Publik (KIP), Adrian Tuswandi menegaskan, Presiden Jokowi tak ada penyandingnya dibandingkan program Satu Data ini," kata Adrian Tuswandi yang juga hadir dalam pencanangan Padangpanjang Kota Statistik itu.

Komentar