Rektor Unand Pastikan Penerima KKIP Tepat Sasaran

Metro- 15-06-2022 07:39
Rektor Unand Prof Dr Yuliandri SH MH didampingi Wakil Rektor III Ir Insannul Kamil Ph D saat bertemu dengan orang tua salah satu calon penerima KKIP, Selasa (14/6). (istimewa)
Rektor Unand Prof Dr Yuliandri SH MH didampingi Wakil Rektor III Ir Insannul Kamil Ph D saat bertemu dengan orang tua salah satu calon penerima KKIP, Selasa (14/6). (istimewa)

Penulis: Fajril

Padang, Arunala - Tim verifikasi lapangan program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIPK) Universitas Andalas 2022 yang dipimpin Rektor Universitas Andalas Prof Dr Yuliandri SH MH mengunjungi langsung rumah orang tua mahasiswa calon penerima KIPK 2022, Selasa (14/6).

Ini bertujuan untuk memastikan penerima KIPK tepat sasaran. Dalam hal ini, rektor didampingi Wakil Rektor III Ir Insannul Kamil Ph D mendatangi rumah orang tua calon penerima KIP Kuliah, Farhan Pratama Nugraha di kawasan Andalas Kecamatan Padang Timur Padang.

Dan dilanjutkan ke rumah orang tua Cindy Dwi Putri di Kalumbuk Kecamatan Kuranji.

Baca Juga

"Universitas Andalas sudah memiliki data peserta KIPK, namun tidak ingin salah sasaran. Dana pemerintah ini harus dipertanggung jawabkan dengan baik dan harus dihindari salah sasaran," kata Prof Yuliandri.

Rektor berpesan, apabila nanti memang diterima sebagai penerima KIP Kuliah Unand. Mahasiswa mesti mempertanggungjawabkan beasiswa yang diberikan negara dengan berprestasi, berkarya dan tamat tepat waktu.

Untuk diketahui, tahun ini Universitas Andalas telah menerima 1.371 mahasiswa dari jalur masuk seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN).

Dan dari 1.371 orang tersebut, terdapat 516 mahasiswa yang mengajukan diri sebagai calon penerima KIP Kuliah.

"Dengan adanya penerimaan mahasiswa program KIP Kuliah ini mempertegas posisi Universitas Andalas sebagai perguruan tinggi negeri yang inklusif dengan keberpihakan kepada masyarakat ekonomi bawah, miskin maupun rentan miskin," ujar Rektor.

Ia juga mendorong dan mengajak masyarakat untuk saling peduli, bergotong royong memastikan tidak ada mahasiswa yang tidak bisa melanjutkan kuliahnya karena ketiadaan biaya.

"Kami berharap dengan adanya program KIP Kuliah, mahasiswa dapat melanjutkan perkuliahan dan tidak ada yang putus kuliah karena ketiadaan biaya kuliah," harapnya.

Sementara itu, Wakil Rektor III Unand, Ir Insannul Kamil PhD menyampaikan mahasiswa yang ditetapkan sebagai penerima KIP Kuliah nantinya dibebaskan pembayaran uang kuliah tunggal (UKT) setiap semesternya.

Serta mendapat biaya hidup Rp 950.000 tiap bulan yang masuk langsung ke rekening mahasiswa penerima selama masa empat tahun bagi mahasiswa S-1, dan tiga tahun bagi mahasiswa D-3.

"Bahkan dapat diperpanjang selama maksimum dua tahun bagi mahasiswa penerima KIP Kuliah S-1 yang melanjutkan ke program profesi (kedokteran, kedokteran gigi, kebidanan, keperawatan, apoteker dan lain-lain)," ungkapnya.

Ditambahkannya pemerintah berpihak pada keluarga kurang mampu yang memiliki tekad menyekolahkan anak-anaknya ke jenjang perguruan tinggi.

"Pemerintah semakin gencarnya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045, program KIP Kuliah Merdeka merupakan bukti keberpihakan pemerintah itu," ujarnya. (*)

Komentar