Audy: Perintis Startup dan UMKM harus Miliki HAKI

Ekonomi- 19-06-2022 11:16
Wagub Sumbar, Audy Joinaldy bersama Direktur Pemberdayaan Informatika Kementerian Kominfo, Bonifasius Wahyu Pudjianto di Padang, Sabtu siang (18/6). (Dok : Istimewa)
Wagub Sumbar, Audy Joinaldy bersama Direktur Pemberdayaan Informatika Kementerian Kominfo, Bonifasius Wahyu Pudjianto di Padang, Sabtu siang (18/6). (Dok : Istimewa)

Penulis: Darizon Y

Padang, Arunala - Kementerian Kominfo, mengundang Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy bersama puluhan entrepreneur muda Sumbar ikut focus group discussion (FGD) di Auditorium Gubernuran, Padang, Sabtu (18/2).

Kegiatan ini untuk pemetaan isu dan potensi daerah dalam pengembangan usaha rintisan berbasis teknologi digital, gerakan 1.000 startup digital yang didukung Ditjen Aplikasi Informatika (Aptika).

Direktur Pemberdayaan Informatika Kementerian Kominfo, Bonifasius Wahyu Pudjianto mengatakan pihaknya mengharapkan semakin banyak startup yang mampu mendunia dari Sumbar.

Baca Juga

Menurut dia, apa yang dihasilkan dari kekayaan dan budaya alam Sumbar maupun solusi-solusi sosialnya, bisa dibangun bersama menjadi sebuah model usaha melalui kolaborasi dengan gerakan 1.000 startup digital.

"Di Sumbar, selain membangun startup, diperlukan juga pengenalan dengan para venture capital yang akan melakukan investasi pada usaha startup. Karena itu, melalui gerakan 1.000 startup digital pihaknya melakukan pemetaan potensi startup lokal untuk dikembangkan lagi," papar Bonifasius.

Kementerian Kominfo, jelasnya, akan menjadi fasilitator, menyiapkan sistem, tools dan mekanisme yang dapat membantu pengembangan bisnis startup.

"Ada juga program khusus, seperti coaching untuk menyesuaikan bisnis dengan pasar," katanya lagi.

Wakil Gubernur, Audy Joinaldy menyambut baik kolaborasi yang dihadirkan gerakan 1.000 startup digital tersebut.

Menurut Audy, gerakan ini dapat membantu potensi entrepreneurship pemuda-pemudi Sumbar untuk melakukan meningkatkan skala usaha yang digeluti.

"Pemuda-pemudi Sumbar punya potensi luar biasa, kolaborasi bersama 1.000 startup digital dengan ekosistem lokal bisa membantu kita di Sumbar untuk scale up," kata Audy.

Ia juga menyinggung program Entrepreneur Success Challenge (ESC) yang digagas bersama Minang Entrepreneur Connect (MEC) Sumbar.

Hal ini, sambung Audy, sudah memasuki batch ke-3, dan menurutnya, sukses menelurkan pengusaha-pengusaha muda kreatif yang juga mampu membantu sesama entrepreneur muda lainnya yang tengah merintis usaha.

Audy juga berpesan agar para perintis startup digital maupun UMKM segera mendaftarkan usahanya ke Dinas Koperasi dan UMKM, serta mendaftarkan kepemilikan hak kekayaan intelektual produk ataupun merk yang dimiliki ke Kemenkumham, agar dapat terlindungi secara hukum.

"Jangan lupa di HAKI-kan, supaya produknya secara terlindungi, tidak sulit dan relatif murah, bisa pakai online juga," pesannya.

Komentar