Demokrat Fokus Usung Tema Perubahan di Pilpres 2024

Metro- 27-06-2022 21:02
Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat, Imelda Sari. (Dok : Istimewa)
Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat, Imelda Sari. (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Jakarta, Arunala - Penilaian publik mengenai bakal adanya koalisi Partai Demokrat dengan Partai Gerindra jelang Pilpres 2024 ini memunculkan berbagai pendapat.

Hal itu berangkat dengan adanya pertemuan Ketua umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan ketua umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, di Kertanegara, Jakarta Jumat pekan lalu.

Menanggapi hal itu, politisi Partai Demokrat yang juga Wakil Sekjen DPP, Imelda Sari menyebutkan, sejak pasca kongres Partai Demokrat kemarin, ketua umum Agus Harimurti Yudhoyono merancang untuk bersilaturahmi dengan seluruh partai politik yang ada.

Baca Juga

Termasuk dengan Partai Gerindra untuk bertemu langsung dengan ketua umum partai ini, Prabowo Subianto.

"Alhamdulillah, pertemuannya bagus dan hangat Ketum AHY dan rombongan diterima Pak Prabowo dan jajarannya selama 2 jam berdiskusi dan dijamu makan malam," kata Imelda Sari dalam sebuah acara talk show pada sebuah stasiun TV swasta di Jakarta, belum lama ini.

Bahkan Imelda Sari juga menyampaikan, selain Gerindra dan NasDem, ketua umum Partai Demokrat juga sudah bertemu dengan PDIP.

"Itu dilakukan Ketum AHY beberapa waktu yang lalu di DPR dengan bertemu dengan mbak Puan Maharani. Saat itu ketum bersama ketua fraksi Demokrat, tapi tentu secara ofisial, saya berharap nantinya akan tindaklanjutnya dengan pertemuan Ketum AHY dengan Ketum PDIP," sebut Imelda Sari lagi.

Meskipun, lanjutnya, ada juga yang bilang bahwa tidak perlu koalisi, tapi ini menyangkut silaturahmi dengan partai politik.

Saat ditanya, ada pendapat yang menyebutkan PDIP menutup kemungkinan bangun koalisi dengan PKS dan Demokrat, dalam hal ini Imelda Sari menjelaskan karena secara platform Partai Demokrat tentu berbeda dengan partai lainnya.

"Apalagi PDIP kini berada di partai penguasa sedang Demokrat berada di pihak oposisi, tentu menuju 2024 secara platform partai kami berbeda," jelas Imelda Sari lagi.

Dia juga menerangkan, ada yang bilang bahwa Partai mereka adalah partai wong cilik, sedangkan partai Demokrat sebagai partai kamuflase.

"Saya berbeda pandangan soal itu. Yang jelas partai kami (Demokrat, red) jelas memperjuangkan aspirasi rakyat dan juga sampai saat ini, apa yang mau disampaikan bukan hal masalah wong cilik saja, tapi kami membawa suara rakyat sehingga kami akan memperjuangkan suara rakyat itu pada 2024, ayo yang ingin perubahan, ikut bersama kami," tukas Imelda Sari.

Dia menyampaikan, tentu berbeda Demokrat dengan Partai yg posisinya status quo. Ini kan status quo, berlawanan dengan kami yg ingin perubahan.

"Ya wajar, sebagai partai oposisi dengan platform yang kami miliki nasionalis religius, sekalipun dari sisi nasionalis kita sama, tapi kami tentu untuk berkoalisi butuh partai yang ada chemistry untuk pilpres 2024 ini," pungkas Imelda Sari.

Dia menambahkan, membangun silaturahmi dengan semua partai politik, dirinya berharap pemilu 2024 ini bukannya menjadi ajang gontok-gontokan tapi justru menjadikan pemilu 2024 menjadi momentum mencari presiden baru dan pemimpin baru.

Selanjutnya, menyinggung penjajakan koalisi dengan NasDem dengan ada tiga kali pertemuan kedua partai, Imelda Sari menjelaskan apa yang telah dibangun dengan NasDem itu juga bagus, itu dikarenakan adanya hubungan harmonis antara pendiri pantai Demokrat Bambang Susilo Yudhoyono dengan pendiri partai NasDem, Surya Paloh sejak 2004 lalu.

"Jadi saya mengetahui betul, secara chemistry-nya ada, dan PKS memang juga ada begitu. Kemudian bahwa soal chemistry itu memang betul dan tak bisa dihindari, termasuk hubungan Demokrat dengan PKB juga bagus," kata Imelda Sari.

Komentar