DKP Dorong Pengurangan KJA di Danau Maninjau

Metro- 25-06-2022 09:10
Staf dari DKP Sumbar bersama DKP Agam saat dialog bersama kelompok masyarakat perikanan yang ada di Danau Maninjau, Agam. (Dok : Istimewa)
Staf dari DKP Sumbar bersama DKP Agam saat dialog bersama kelompok masyarakat perikanan yang ada di Danau Maninjau, Agam. (Dok : Istimewa)

Penulis: Darizon Y

Padang, Arunala - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumbar mendorong pengurangan jumlah Keramba Jaring Apung (KJA) di Danau Maninjau melalui program Mata Pencarian Alternatif (MPA).

"Sesuai isu Nasional tentang KJA yang sudah melebihi ambang batas di Danau Maninjau, salah satu upaya yang dilakukan Pemprov Sumbar adalah dengan memberikan MPA kepada pemilik KJA di Danau Maninjau," kata Kepala DKP Sumbar, Desniarti di Padang, Jumat (24/6).

DKP Sumbar tahun 2022 ini, sebutnya, memberikan MPA berupa paket bantuan yang terdiri dari perahu fiber, mesin long tail dan jaring. Paket bantuan ini berjumlah 60 paket untuk 60 orang pemilik KJA dengan syarat mau mengurangi KJA nya minimal 2 (dua) petak.

Baca Juga

"Saat ini proses yang sedang berlangsung adalah identifikasi ke lapangan oleh tim DKP Sumbar Bidang Perikanan Tangkap Seksi Kenelayanan (23-24/6), dari proses identifikasi ini baru 23 orang pemilik KJA yang bersedia mengurangi KJA nya 2-4 petak dan menerima MPA ini," lanjut Desniarti.

Kendala yang dihadapi pada saat ini, terang dia, adalah masih kurangnya kesadaran masyarakat akan bahaya yang ditimbulkan oleh KJA yang telah melampaui ambang batas di Danau Maninjau ini.

Meskipun setiap tahunnya mereka telah mengalami kerugian akibat KJA yang over load ini. Sehingga tidak semua pemilik KJA mau menerima MPA ini.

"DKP Sumbar akan terus berupaya mengajak pemilik KJA untuk mengurangi KJA nya dengan menerima MPA ini dan dalam waktu dekat akan diadakan Temu Teknis dengan Dinas Perikanan Kabupaten Agam guna membahas program ini," pungkas Desniarti.

Komentar