5 Finali TTG Kota Pariaman Dinilai Tim Juri

Teknologi- 16-06-2022 20:39
Tim juri lakukan penilaian hasil inovasi lima finalis dalam kompetisi TTG 2022 se Kota Pariaman, Kamis (16/6). (Dok : Istimewa)
Tim juri lakukan penilaian hasil inovasi lima finalis dalam kompetisi TTG 2022 se Kota Pariaman, Kamis (16/6). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Pariaman, Arunala - Lima finalis peserta lomba inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) dan TTG Unggulan se- Kota Pariaman dinilai tim juri, yang dilakukan di Kantor LKAAM Kota Pariaman, Kamis (16/6).

Tim yang terdiri dari penilai Provinsi Sumbar dan Kota Pariaman ini untuk mencari pemenang yang akan mewakili Kota Pariaman di tingkat Sumbar.

"Dari 14 peserta lomba Inovasi TTG dan TTG Unggulan, terpilih sebanyak 5 (lima) finalis yang masuk dalam kategori penilaian dewan juri. 5 (lima) finalis tersebut terdiri dari kalangan umum 2 (dua) orang peserta, dan kalangan pelajar 3 (tiga) peserta, yang berasal dari satu SLTA dan satu SMK yang ada di Kota Pariaman", ungkap Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa (DPMDes) Kota Pariaman Hendri.

Baca Juga

"Saya melihat karya peserta tahun ini bagus-bagus semua, dan karya mereka juga mempunyai dampak terhadap pembangunan ekonomi, pembangunan kerakyatan serta pemanfaatan sumber daya alam lokal, serta ramah lingkungan", ujar Hendri.

"Harapan kami kedepannya bagaimana alat ini bisa memberikan manfaat kepada masyarakat, dan jika alat ini mau diproduksi, kita akan produksi secara massal agar modal pembuatan alat-alat ini lebih murah melalui pengembangan yang dilakukan oleh Posyantek", tegas Hendri.

Hendri Syawir, Dosen di PT Swasta yaitu Sekolah Tinggi Tekhnologi Industri Padang yang bertindak selaku salah satu tim penilai menyatakan bahwa, semua TTG yang diperlombakan disini bagus-bagus semua dibawah asuhan pembimbing yang memang hebat, bahkan sudah ada yang sampai ke tingkat nasional.

"Salah satu karya dari peserta ini menurut saya sangat mempunyai potensi besar sekali untuk menang adalah alat pembuat kerupuk jengkol praktis, karena alat ini didukung oleh sumber daya alam yang sangat banyak disini seperti, tanaman jengkol dan melinjo yang banyak tumbuh di Kota Pariaman", terang Hendri Syawir.

"Dari segi ekonomi saya lihat juga sangat mendukung sekali, dan memang karya ini patur diapresiasi, karena tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menciptakan generasi muda yang kreatif dan energik, serta mampu menyesuaikan dengan kebutuhan pasar, terutama tentang TTG", ulas Hendri Syawir.

Lima jenis karya inovasi TTG yang diperlombakan itu adalah Gerobak Sprayer dibuat oleh Jumadias warga Sikapak Barat Kecamatan pariaman Utara. Alat ini berguna untuk menyiram lahan tanaman secara mudah, sekaligus bisa dijadikan sebagai alat permainan anak-anak menjadi gerobak motor dorong, juga bisa membawa hasil panen petani. Alat ini dijual dengan harga Rp2 juta.

Karya berikutnya bernama Keranjang Pakan yang dibuat oleh Alrazi Putra Ilham. Alat ini sangat bermanfaat sekali untuk memudahkan memberi makan ikan dan menekan harga pakan lebih minim lagi. Alat ini banyak terbuat dari bahan-bajan bekas dan dijual dengan harga sekitar Rp20 ribu.

Karya selanjutnya bernama Alat Pupuk Jagung Praktis yang dibuat oleh Pelajar dari SMK 3 Kota Pariaman. Alat yang terbuat dari perpaduan pipa paralon dan besi ini, bisa memudahkan petani dalam memberikan pupuk pada tanaman jagung mereka, tanpa merasakan rasa sakit pada punggung ketika mereka lakukan secara manual dengan cara membungkuk. Alat ini dijual dengan harga Rp200 ribu.

Kemudian dua karya berikutnya dibuat oleh Pelajar dari SMA 2 Pariaman yaitu Alat Pengolahan Plastik Menjadi Kapas dan Alat Pembuat Kerupuk Jengkol dan Melinjo Praktis. Alat Pengolahan Plastik menjadi kapas ini adalah mengolah limbah plastik botol minuman menjadi kapas, yang bisa digunakan untuk menjadi isian boneka atau isian bantal.

Untuk Alat Pembuat Kerupuk Jengkol praktis mendapatkan apresiasi lebih dari Tim Penilai karena alat ini benar-benar mempunyai manfaat yang luar biasa untuk UMKM dan masyarakat yang mempunyai usaha pembuatan kerupuk jengkol dan kerupuk emping melinjo. Alat ini dijual dengan harga sekitar Rp2 juta, dan sudah ada beberapa pengusaha kerupuk yang memesan alat ini kepada mereka baik didalam kota ataupun diluar Kota Pariaman.

Komentar