Ketua DPRD Dharmasraya Apresiasi Ekspedisi Sungai Batanghari

Metro- 12-07-2022 18:28
Ketua DPRD Dharmasraya Pariyanto bersama Direktur Perfilman Musik dan Media, Ditjen Kebudayaan, Ahmad Mahendra saat pembukaan acara ekspedisi Sungai Batang Hari, Jumat sore (12/7). (Foto: Anto)
Ketua DPRD Dharmasraya Pariyanto bersama Direktur Perfilman Musik dan Media, Ditjen Kebudayaan, Ahmad Mahendra saat pembukaan acara ekspedisi Sungai Batang Hari, Jumat sore (12/7). (Foto: Anto)

Penulis: anto

Dharmasraya, Arunala - Ketua DPRD Kabupaten Dharmasraya Pariyanto mengapresiasi rombongan dari Dirjen Kebudayaan Kementrian Pendidikan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) dan BPCB Sumbar atas terselenggaranya ekspedisi Sungai Batang Hari yang dimulai Selasa hingga Jumat (12-22/7).

Titik awal ekspedisi di Sungai Batanghari tepatnya di Jembatan Sei Dareh Kecamatan Pulau Punjung, Dharmasraya. Peserta ekspedisi dilepas langsung Direktur Perfilman Musik dan Media, Ditjen Kebudayaan, Ahmad Mahendra, sementara pembukaan ekspedisi oleh Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan.

Juga tampak Direktur Pelindungan Kebudayaan, Ditjen Kebudayaan, Kemendikbudristek, Irini Dewi Wanti, Ketua DPRD Dharmasraya Pariyanto dan lainnya.

Baca Juga

Menurut Pariyanto dirinya berterimah kasih pada pemerintahan pusat khususnya Dirjen Kebudayaaan kementrian Pendidikan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) dan BPCB Sumbar dalam menyelenggarakan misi muhibah Pamalayu.

"Banyak hal yang bisa kita petik hikmahnya dari ekspedisi Sungai Batanghari tersebut, karena Sungai Batanghari merupakan salah satu upaya pelibatan dan transfer pengetahuan kepada generasi muda," ujar Pariyanto.

Dia menambahkan, untuk melihat lebih jauh potensi berbagai tinggalan objek yang diduga cagar budaya dengan melakukan pendataan, inventarisasi, pemetaan ekosistem, serta pemantauan dan evaluasi perlindungan cagar budaya sebagai objek pemajuan kebudayaan.

Hal senada diungkapkan Bupati Sutan Riska dalam sambutannya.

"Kami harus memandang lingkungan tempat keberadaan warisan budaya beserta masyarakat pendukungnya sebagai satu kesatuan ekosistem yang hidup dan saling mempengaruhi serta memberi dampak manfaat untuk jangka panjang," jelasnya.

Sutan Riska menjelaskan, ada beberapa peninggalan masa lalu yang berada di sehiliran Sungai Batanghari sudah ditetapkan oleh Pemkab Dharmasraya sebagai cagar budaya, dan mohon kiranya Direktur Perlindungan Kebudayaan berkenan untuk memproses dan mempertimbangkan cagar budaya tersebut untuk dijadikan Cagar Budaya Nasional.

"Saya berharap dengan adanya kegiatan Ekspedisi Sungai Batanghari ini memberikan kontribusi yang positif terhadap pelestarian warisan kebudayaan di Kabupaten Dharmasraya. Dan daerah sepanjang aliran Sungai Batanghari," kata Sutan Riska.

Komentar