Yogi Yolanda Pimpin PA GMNI Sumbar

Metro- 23-07-2022 22:09
Yogi Yolanda saat menerima panji-panji GMNI Sumbar setelah terpilih secara aklamasi dalam Konferda GMNI Sumbar I di Bukittinggi, Sabtu (23/7). (Dok : Istimewa)
Yogi Yolanda saat menerima panji-panji GMNI Sumbar setelah terpilih secara aklamasi dalam Konferda GMNI Sumbar I di Bukittinggi, Sabtu (23/7). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Bukittinggi, Arunala - Ketua Umum DPP PA GMNI yang juga Hakim Mahkamah Konstitusi (MK), Prof Arief Hidayat menyebutkan media sosial hari ini mengandung narasi yang berpotensi memecah-belah bangsa.

Karena itu ia berharap PA GMNI mengisi narasi medsos yang meneladani pendiri bangsa dalam memupuk persatuan.

Hal ini disampaikan Arief Hidayat saat membuka Konferensi daerah (Konferda) Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sumbar I yang digelar di Istana Bung Hatta, Sabtu (23/7).

Baca Juga

Konferda ini juga dihadiri sederet tokoh nasional, kepala daerah di Sumbar, praktisi pemilu hingga para pengusaha.

"PA GMNI adalah organisasi intelektual Indonesia, karena mayoritas alumni adalah jebolan universitas. Kita beruntung mengenyam pendidikan tinggi di Indonesia, karena itu kita wajib mewakafkan pemikiran di seluruh aspek kehidupan. Mari jadikan PA GMNI sebagai wadah berkumpulnya intelektual yang nasionalis," ajaknya.

Arief Hidayat menambahkan, era disrupsi teknologi saat ini, marak ideologi yang tidak sesuai Pancasila ingin menghancurkan Indonesia sebagai kandidat negara besar. Hal itu sudah ditempuh melalui media sosial.

"PA GMNI harus mampu membendung itu semua. Membentengi negara ini dari ideologi yang tidak menginginkan indonesia menjadi negara besar," tegasnya.

Adapun dalam Konferda GMNI Sumbar kali ini, menghasilkan putusan menunjuk Yogi Yolanda terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD PA GMNI Sumbar definitif untuk masa bakti 2022 - 2027.

Sedangkan, penjelasan Ketua DPD GMNI Sumbar terpilih, Yogi Yolanda menyebut tema Konsolidasi Gerakan Nasionalis di Sumbar diharapkan mampu membakar semangat para alumni untuk melanjutkan perjuangan yang sudah digariskan Bung Karno.

Sejalan dengan itu, lanjut dia, memilih Kota Bukittinggi sebagai lokasi acara diharapkan pula dapat menapaktilas sejarah pemikiran Bung Hatta.

"Kota Bukittinggi sangat kaya akan sejarah. Kami sangat bahagia bisa menggelar Konferda ini di Istana Bung Hatta. Sebagai Founding Father, Dwi Tunggal Bung Karno dan Bung Hatta tidak bisa dipisahkan. Bung Karno merupakan tokoh nasionalis yang mampu menghasilkan teori Marhaeinisme. Bung Hatta juga tokoh nasionalis yang menghasilkan teori ekonomi, yaitu koperasi. Ditambah lagi, Kota Bukittinggi pernah menjadi basis PDRI. Inilah semangat nasionalisme yang ingin kami tularkan ke para kader dan alumni GMNI," kata Yogi.

Dia juga menjelaskan, GMNI merupakan rumah para nasionalis Indonesia yang terus menggelinding menjadi besar bagai sebuah bola salju. Selama setahun terakhir di Sumbar, telah terbentuk tujuh cabang PA GMNI.

Karena itu, Yogi berkeyakinan para alumni akan menjadikan GMNI dapat lebih bermanfaat bagi masyarakat Sumbar.

"Ini bukan kegiatan asal-asalan. Konferda pertama di Sumbar ini diharapkan mampu menjadi sarana konsolidasi gerakan nasionalis di Sumbar," tegasnya.

Komentar