SMA 2 Padang Hadirkan Nano Imun Booster Tunnel

Teknologi-206 hit 06-06-2020 00:48
Dosen UPI Bandung yang juga Alumni SMA 2 Padang, Indra Gandidi paparkan hasil inovasinya kepada anggota Sisupala SMA 2 Padang, Jumat siang (5/6). (Foto : Amz)
Dosen UPI Bandung yang juga Alumni SMA 2 Padang, Indra Gandidi paparkan hasil inovasinya kepada anggota Sisupala SMA 2 Padang, Jumat siang (5/6). (Foto : Amz)

Penulis: Amazwar Ismail | Editor: MN. Putra

Padang, Arunala - Menyongsong Tatanan Kehidupan Baru (New Normal) Produktif Sehat Aman Covid-19 yang segera dijalankan pemerintah, berbagai pihak menyiapkan sejumlah langkah.

Salah satunya pihak SMA Negeri 2 Padang Sumbar juga tidak mau berdiam diri menyongsong tatanan kehidupan baru itu.

Melalui para alumni dan Ekstra Kurikuler (Ekskul) Sispala, sekolah ini melakukan Aksi Sispala Reborn Siapkan SMAN 2 Padang Songsong New Normal.

Baca Juga

"Sekarang, SMA 2 Padang punya pola baru dalam menyongsong New Normal ini, yakni membuat Nano Imun Booster Tunnel di sekolah itu," ungkap pelopor Nano Imun Booster Tunnel yang juga alumni SMA 2 Padang, Indra M Gandidi ketika dihubungi Arunala.com , di Padang, Jumat malam (5/6).

Indra Gandidi yang juga Dosen di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung menyebutkan, inovasi Nano Imun Booster Tunnel yang dia buat di SMA 2 Padang itu tidak bisa disamakan dengan lorong yang bisa menyemprotan disinfektan atau alat kimia lain yang no recomended WHO, ketika saat tunnel (lorong) dilewati.

Malah dia menjelaskan, rancangannya yang disebut lorong Imun Booster itu fokus kepada alat, tidak ke lorong atau bilik.

"Ada alat dipasang di bagian atas lorong dengan bentuk sedemikian rupa dan berbagai ukuran. Intinya, alat yang ada di atas lorong Nano Imun Booster. Saya rancang bentuk dan mekanisme kerjanya dengan teknologi nano. Di dalam alat itu dimasukan bahan bahan herbal. Yang jelas no disinfektan no alkohol atau no bahan bahan kimia lainnya," ujar Indra Gandidi.

Dia lali menerangkan cara kerja alat yang dibuatnya itu. Dimana sejumlah bahan-bahan organik dimasukan ke dalam alat yang sudah dialiri listrik itu. Kemudian bergetar dan selanjutnya menghasilkan asap atau embun.

"Nah paparan menyerupai asap embun dari alat itu namanya nano favour yang mengandung zat organik dan vitamin, yang akan menerpa tubuh dan diisap orang saat melalui lorong (tunnel) Itulah yang bekerja untuk meningkatkan imun tubuh serta meminimalisir virus di saluran pernafasan. Nano Favour tidak embun atau cairan yang bisa bikin basah baju siswa tapi asal," papar Indra.

Alat ini juga, menurut Indra Gandidi, juga cocok bagi orang-orang yang mempunyai riwayat penyakit saluran pernafasan seperti ISPA, TBC dan Bronchitis.

"Dengan kondisi pandemi Covid-19 sekarang, alat dengan bahan-bahan herbal dari tumbuhan organik ini telah saya uji di UPI Bandung. Makanya, saya terapkan juga di SMA 2 Padang. Almamater saya," kata Indra Gandidi.

Komentar