Mendag Minta Wako Jaga Ketersediaan Pangan dan Harga Terjangkau

Metro- 08-08-2022 17:59
Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, Ketua Dewan Pengurus Apeksi Bima Arya, Wali Kota Padang Hendri Septa menabuh gendang pertanda dibuka Rakornas XV Apeksi di Hotel Truntum Padang, Senin (8/8). (Dok : Istimewa)
Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, Ketua Dewan Pengurus Apeksi Bima Arya, Wali Kota Padang Hendri Septa menabuh gendang pertanda dibuka Rakornas XV Apeksi di Hotel Truntum Padang, Senin (8/8). (Dok : Istimewa)

Penulis: Fajril

Padang, Arunala - Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan meminta wali kota harus tetap waspada terkait ketersediaan pangan dan harga terjangkau. Pasalnya, pangan sangat menentukan stabilitas negeri.

"Oleh karena itu, peran wali kota dan jajaran dalam memantau perkembangan harga dan stok pangan di daerah masing-masing secara harian. Apabila harga bahan pokok terkendali akan berpengaruh pada keterpilihan atau elektabilitas," kata Zulkifli Hasan saat pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XV Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) di Hotel Truntum Padang, Senin (8/8).

Meski ketersediaan pangan stabil, kata Zulkifli Hasan, namun keadaan dunia tidak baik-baik saja. Perkembangan geopolitik dipicu oleh Rusia dan Ukraina yang mengakibatkan kenaikan harga pangan dunia dan energi.

Baca Juga

"Selain itu ada banyak negara saat ini yang melarang ekspor pangan terutama gandum," kata dia.

Ia mengatakan masyarakat Indonesia patut bersyukur karena dalam keadaan sulit saat ini ekonomi mampu tumbuh 5,44 persen. Dari sektor perdagangan untuk ekspor pada kuartal II 2022 juga surplus dan meraih angka tertinggi dalam sejarah yaitu 24,89 miliar dolar Amerika Serikat.

"Alhamdulillah.Tentu ini peran gubernur, wali kota atau bupati," ucapnya.

Ia menyampaikan kekhawatiran soal inflasi yang cukup tinggi namun di bandingkan negara lain di Eropa ataupun Amerika Serikat lebih kecil.

"Di barat inflasi mencapai 10 persen, kita 4,9 persen tapi ini sudah warning karena kalau lebih tinggi lagi masyarakat akan berteriak," ujarnya.

Beberapa indikator lain menunjukkan optimisme. Seperti indeks keyakinan konsumen yang terus berada di level 100 pada April hingga Juni. Dan, indeks penjualan riil yang tumbuh positif baik secara tahunan.

Dengan adanya fakta-fakta tersebut, menambah keyakinan dan optimisme Insya Allah Indonesia akan mampu menghadapi situasi yang sulit ini.

"Resesi yang terjadi di barat, InshaAllah tidak akan terjadi di Indonesia," ungkapnya.

Oleh sebab itu ia mengajak pemerintah kota bersinergi dan berkolaborasi memajukan perdagangan di Tanah Air.

Di samping, mengajak wali kota mengoptimalkan transformasi digital dalam perdagangan.

"Kementerian Perdagangan punya target 1.000 pasar tradisional dan satu juta pedagang dilatih menggunakan platform digital," kata dia seraya juga mengajak wali kota untuk menyerbu pasar internasional.

Sementara itu, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menekankan agar bangkit dari pandemi Covid-19, daerah perlu kerja sama dan sinergi serta kolaborasi di antar daerah.

Pemerintah daerah harus hadir di tengah-tengah permasalahan masyarakat.

Berupaya menjadikan masalah sebagai potensi dan energi baru yang bisa dimanfaatkan untuk mempercepat pertumbuhan.

"Jangan menyerah. Ayo kita berpikir secara strategis untuk membalikkan kondisi yang berat ini," ajaknya.

Ia menegaskan semangat saja tidak cukup. Pemko harus mengambil kebijakan antisipatif untuk meminimalisir dampak sosial ekonomi pandemi.

Perlu upaya-upaya nyata. Salah satu upaya nyata adalah melakukan kerja sama daerah.

Sesuai peraturan perundang-undangan, kerja sama daerah dapat dilakukan antar-daerah lain, antar-pihak ketiga atau dengan lembaga atau pemerintah di luar negeri.

Berdasarkan pertimbangan efisiensi, efektivitas pelayanan publik serta menguntungkan.

"Dengan kekuatan kota-kota bersama kabupaten dan seluruh jajaran di negara ini, kami yakin Indonesia akan bisa tampil lebih baik dan berperan pada dunia internasional ," tegas Mahyeldi.

Komentar