Alirman Sori Sebut Kapitalisme Gerogoti Nilai-nilai Kebangsaan

Metro- 09-08-2022 08:13
Anggota DPD/MPR RI asal Sumbar, Alirman Sori dialog dengan seorang peserta yang ikut dalam sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang diadakan bersama KNPI Sumbar, di Padang, Senin (8/8). (Foto : Arzil)
Anggota DPD/MPR RI asal Sumbar, Alirman Sori dialog dengan seorang peserta yang ikut dalam sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang diadakan bersama KNPI Sumbar, di Padang, Senin (8/8). (Foto : Arzil)

Penulis: Arzil

Padang, Arunala - Anggota DPD/MPR RI, Alirman Sori menjelaskan pluralisme yang ada di Indonesia merupakan kekuatan cukup besar yang dimiliki bangsa ini.

"Perlu diketahui, bangsa dan negara Indonesia ini lahir dari rahim kemajemukan, namun milik satu tujuan," kata Alirman Sori saat jadi pemateri dalam sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang diselenggarakan bersama Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sumbar, di Padang, Senin (8/8).

Dalam kegiatan yang dihadiri ratusan pengurus dan anggota OKP dibawah naungan KNPI Sumbar itu, Alirman Sori menerangkan, adapun kemajemukan itu tidak dibawa ke ruang perdebatan, sebaliknya kemajemukan itu dibawa ke ruang konsolidasi.

Baca Juga

"Ini bisa dikatakan membangun kekuatan besar yang mengangkat harkat dan martabat pemuda," tukas Senator asal daerah pemilihan Sumatera Barat (Sumbar) ini. Hal lainnya disampaikan Alirman Sori yaitu menyangkut faktor eksternal yang bangsa dan negara Indonesia saat ini.

"Tantangan secara eksternal yang terjadi saat ini adalah soal globalisasi. Ini terlihat dengan tidak adanya lagi soal batas negara yang tidak bisa dilihat secara global saat ini," ujar Alirman Sori.

Dia menegaskan, hal ini disebakan dengan adanya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga apa yang terjadi di berbagai belahan dunia bisa dilihat dengan bantuan teknologi itu.

"Bahkan, bisa dikatakan ancaman globalisasi itu sudah masuk ke "dapur" kita. Ini dampak dari kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan tersebut," lanjut Alirman Sori lagi.

Alirman Sori menambakan, aspek kedua faktor eksternal yang mempengaruhi atau menggerogoti nilai-nilai kebangsaan itu adalan kapitalisme yang sudah menjarah ke dalam ruang-ruang kebijakan politik negara hingga ke tingkat daerah.

"Caranya, dia (kapatalisme, red) masuk pada orang-orang yang punya pengaruh dengan "menitipkan" pesan-pesan mereka melalui kebijakan yang akan dibuat orang-orang yang punya pengaruh dan kekuasaan itu," beber Alirman Sori.

"Bagi negara yang lemah dari segi ekonomi dan politik, sangat rentan disusupi praktik kapitalis ini," Alirman Sori menegaskan.

Komentar