Guru PAUD Minta Pemerintah dan DPR Revisi UU Guru dan Dosen

Metro- 31-08-2022 12:20
Para guru PAUD se Kecamatan Nanggalo saat peringati HUT Himpaudi ke-17 tahun di PAUD Amanah, Wisma Indah II Kelurahan Kampung Lapai, Rabu (31/8). (Dok : Istimewa)
Para guru PAUD se Kecamatan Nanggalo saat peringati HUT Himpaudi ke-17 tahun di PAUD Amanah, Wisma Indah II Kelurahan Kampung Lapai, Rabu (31/8). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Padang, Arunala - Para guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, memperingati HUT ke-17 tahun Himpunan PAUD Indonesia (Himpaudi), di PAUD Amanah, Wisma Indah II Kelurahan Kampung Lapai, Rabu (31/8).

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al Quran serta menyanyikan hymne dan mars Himpaudi, kemudian para guru PAUD yang semuanya wanita, mengikuti berbagai lomba di halaman samping PAUD Amanah.

Bahkan para guru itu rela tubuhnya dibasahi saat mengikuti lomba lari memakai kain sarung yang diisi dua orang per kain. Juga ada lomba makan kue. Pokoknya meriah dan bahagia.

Baca Juga

Mereka tertawa ceria, meski nafas tersengal-sengal, untuk sementara waktu melupakan kesedihan mereka yang kurang mendapat pemerintah.

Para guru PAUD yang masuk dalam kategori Kelompok Bermain (KB) tak disebutkan dalam Undang Undang Tentang Guru dan Dosen, meski sekolah ini ada beberapa di tengah masyarakat dan mendapat izin dari pemerintah kota kabupaten tempat mereka berdiri.

"Itulah yang selama ini permasalahan kami. Semua perizinan dan persyaratan pendirian PAUD atau KB ini telah kami lengkapi. Bahkan rata-rata kami guru PAUD ini merupakan sarjana lulusan Srata Satu (S1), tak tak diberi kesempatan mengikuti sertifikasi. Jadi, kami hanya dianggap sebagai guru sektor non formal," ungkap Kepala PAUD Amanah, Imelda Novia Darni, didampingi Elmayenti, guru PAUD Amanah kepada media hari itu.

Sejalan dengan keinginan para guru PAUD tersebut, Pemilik salah satu PAUD Kecamatan Nanggalo, Fauziah, mengajak seluruh guru-guru Himpaudi untuk mendoakan kesuksesan perjuangan guru-guru PAUD se Indonesia yang hadir dalam peringatan HUT Himpaudi ke-17 tingkat nasional di Silang Mona, Jakarta.

Para guru-guru PAUD se Indonesia itu mendesak pemerintah merevisi UU Guru dan Dosen dengan memasukkan PAUD atau Kelompok Bermain di dalamnya sehingga guru PAUD dan KB juga bisa diikutkan dalam program sertifikasi guna meningkatkan kesejahteraannya..

"Semoga perjuangan rekan-rekan kita guru-guru PAUD se Indonesia di Jakarta diridhoi Allah SWT, agar kita guru-guru PAUD disamakan sertifikasinya dengan guru-guru TK yang telah lebih dulu mendapat peluang sertifikasi dari pemerintah," ucap Fauziah sembari menyebutkan di Kecamatan Nanggalo saat ini ada 12 PAUD yang sudah berizin dan satu dalam pengurusan.

Harapan Fauziah itu juga diiyakan oleh para guru-guru PAUD yang hadir. Mereka minta pemerintah tidak menjadikan mereka "mentimun bungkuk", ada tapi tidak dihitung.

Mereka juga minta anggota DPR RI yang membidangi pendidikan untuk merevisi UU Guru dan Dosen dengan memasukkan Guru PAUD dan KB di dalamnya sehingga mereka juga punya peluang untuk meningkatkan kesejahteraan dan mengikuti sertifikasi sama dengan guru Taman Kanak-kanak. (*)

Komentar