Puluhan Honorer Pemkab Solsel Ngadu ke DPRD Sumbar

Metro- 13-09-2022 20:06
Wagub Sumbar, Audy Joinaldy dan Wakil Ketua DPRD Sumbar Suwirpen Suib menerima puluhan pegawai honorer Kabupaten Solsel yang mengadukan nasib mereka agar diangkat jadi ASN, di Padang, Selasa (13/9). (Dok : Istimewa)
Wagub Sumbar, Audy Joinaldy dan Wakil Ketua DPRD Sumbar Suwirpen Suib menerima puluhan pegawai honorer Kabupaten Solsel yang mengadukan nasib mereka agar diangkat jadi ASN, di Padang, Selasa (13/9). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Padang, Arunala - Adanya keinginan Kementerian PAN RB agar tiap daerah di Indonesia untuk mendata pegawai non ASN (honorer) mereka, memicu puluhan ASN non PNS dari Kabupaten Solok Selatan (Solsel) mendatangi DPRD Sumbar, Selasa sore (13/9).

Kedatangan mereka mewakili ribuan tenaga non ASN lainnya yang masih berstatus aktif dan juga non aktif di Sumbar tidak lain untuk menuntut agar data mereka dimasukkan dalam pendataan Kementerian PAN-RB tersebut.

Sebab mereka dapat informasi tujuan pendataan itu untuk mencari solusi pasca dihapuskannya tenaga honorer oleh pemerintah pusat.

Baca Juga

"Kami meminta dimasukkan dalam pendataan tenaga non ASN Kementerian PAN-RB. Jadi nanti kami tidak tertinggal jika ada program pemerintah pusat terkait nasib kami," ujar Eci, salah satu dari pegawai non ASN Solsel itu.

"Kami-kami sudah sangat lama bekerja untuk daerah. Kami berhak untuk dimasukkan dalam pendataan," ujarnya lagi.

Kedatangan pegawai non ASN ini disambut Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy, Wakil Ketua DPRD Sumbar Suwirpen Suib serta sejumlah anggota dewan yakni Mario Syah Johan, Nurfirmanwansyah dan Hidayat.

Wakil Gubernur Audy Joinaldi meminta data tertulis terkait aspirasi tersebut.

Audy mengatakan kewenangan terkait pendataan Kementerian PAN-RB di daerah merupakan hak masing-masing kepala daerah.

"Namun kami (Pemprov Sumbar, red) akan segera menjadwalkan pertemuan dengan Bupati untuk mendiskusikan hal ini," ujar Audy.

Adapun Wakil Ketua DPRD Sumbar, Suwirpen Suib mengatakan pihak DPRD Sumbar sangat memprihatikan permasalahan tenaga honorer di provinsi ini.

Terutama setelah keluarnya kebijakan penghapusan tenaga honorer.

"Kami tidak tahu ada permasalahan seperti ini di Solsel, dengan kedatangan ini kami jadi tahu dan akan segera menindaklanjuti," ujar Suwirpen.

Permasalahan ini, lanjut Suwirpen, akan dibicarakan dalam tingkat pimpinan DPRD Sumbar untuk kemudian diagendakan pertemuan dengan bupati.

"Saya berharap nantinya ada solusi yang baik. Sehingga tidak ada pihak yang dirugikan," tegas Suwirpen.

Sementara itu, Anggota DPRD Sumbar, Nurfirmanwansyah yang merupakan mantan Wakil Bupati Solsel ini menilai tidak layaknya para non ASN diberhentikan setelah lama mengabdi.

"Apalagi di Solsel itu tenaga ASN masih belum mencukupi kebutuhan. Terutama guru dan tenaga medis," kata Nurfirmanwansyah.

Komentar