Prebiotik dan Probiotik Kunci Imunitas Anak

Metro- 20-09-2022 18:46
Dr dr Ray Wagiu Basrowi MKK. (Dok : Istimewa)
Dr dr Ray Wagiu Basrowi MKK. (Dok : Istimewa)

Penulis: Fajril

Padang, Arunala - Di masa yang penuh tantangan kesehatan seperti sekarang, daya tahan tubuh mutlak diperlukan untuk mencegah terinfeksi virus corona.

Bicara soal daya tahan, maka tidak bisa dipisahkan dari asupan nutrisi yang sehat. Lantas, nutrisi apa saja yang dibutuhkan tubuh guna mendukung daya tahan?.

"Agar daya tahan tubuh anak lebih kuat, dibutuhkan asupan nutrisi harian yang konsisten, serta dilengkapi juga dengan nutrisi tambahan yang bisa meningkatkan daya tahan tubuhnya. Salah satunya adalah asupan probiotik dan prebiotik," kata Pendiri Health Collaborative Center, Dr dr Ray Wagiu Basrowi MKK, kepada Arunala.com , melalui direct message (DM) instagram miliknya @ray.w.basrowi, Selasa (20/9).

Baca Juga

Untuk mendapatkan probiotik dan prebiotik, menurut staf pengajar Magister Kedokteran Kerja Universitas Indonesia ini, harus tahu terlebih dahulu apa itu probiotik dan prebiotik.

Probiotik adalah sebutan bagi bakteri baik yang mampu mengusir bakteri jahat yang berhasil lolos masuk ke dalam tubuh.

Jika jumlah probiotik anak mencukupi, apalagi lebih dari cukup, bisa dipastikan tubuhnya lebih kuat membentengi diri dari serangan penyakit.

Tingkat keasaman yang diciptakan probiotik inilah yang sebetulnya dapat membunuh kuman-kuman penyakit penyebab diare, kolera, disentri, dan aneka penyakit perut lainnya.

"Jenis terbanyaknya bifidobakteria dan lactobasilus. Probiotik ini bisa diperoleh dari makanan fermentasi dan lainnya. Dan, salah satu yang terbaik bisa dalam bentuk susu karena difortifikasi," tutur praktisi industri nutrisi ini.

Sedangkan prebiotik, sebut lulusan Doktor Bidang Ilmu Kedokteran FK UI ini, adalah makanan bagi si bakteri baik. Jika asupan prebiotik mencukupi tentu jumlah pasukan dalam tubuh (probiotik) pun memadai.

Pasukan ini akan mampu bekerja secara optimal dalam menjaga kesehatan tubuh.

"Untuk mendapatkan prebiotik tidaklah sulit. Biasanya sumber secara alami dalam bentuk serat. Pilihan yang baik bisa dalam bentuk salah satunya susu mengandung okigosakarida (fos-gos)," tuturnya.

Ray juga mengatakan, prebiotik dan probiotik juga banyak terdapat dalam ASI. Itulah mengapa pemberian ASI pada bayi merupakan hal yang sangat penting.

"Pada prinsipnya di ASI secara alamiah sudah terdapat prebiotik natural (oligosakarida) dan probiotik (bifidus factor) yang bisa bermanfaat untuk daya tahan tubuh bayi dan imunitasnya," ucapnya.

Namun ibu menyusui juga bisa dianjurkan tetap konsumsi prebiotik dan probiotik untuk kesehatan pencernaannya.

"Tapi, harus konsumsi prebiotik dan probiotik yang strain (jenis) sudah ada uji klinis, dan dalam produk yang sudah ada kaji safety dari BPOM," papar Ray.

Prebiotik dan probiotik ini, tutur Ray, memberikan manfaat bagi bayi dan ibu menyusui. Manfaat utamanya adalah mempertahankan fungsi pencernaan lewat peningkatan jumlah dan kolonisasi bakter baik (gut microflora) di usus besar.

"Dengan pertumbuhan bakteri baik ini maka bisa mengaktifkan sel sel daya tahan tubuh yang ada di saluran cerna (gut associated lymphoid tissue). Itu sebabnya konsumsi prebiotik dan probiotik selain membuat defekasi (BAB) lancar juga efek jangka panjangnya adalah menjadi kuat imunitasnya," tegas Ray.

Ia juga mengatakan asupan prebiotik dan probiotik secara tak langsung berperan mencegah stunting. Pasalnya, asupan tersebut membuat saluran cerna berfungsi lebih baik.

"Dan produksi zat-zat yang dibutuhkan untuk pencernaan (SCFA-short chain fattu acid) lebih lancar. Jadi zat gizi yang dimakan si kecil lebih mudah dicerna dan diserap sehingga tidak akan kurang gizi," tukas pria kelahiran Manado ini.

Komentar