UUS Bank Nagari Raih Infobank 11th Sharia Awards

Metro- 22-09-2022 22:16
Dirut Bank Nagari Muhamad Irsyad (dua dari kanan), Chairman Infobank Eko B Supriyanto, Pinca Bank Nagari Syariah Padang Heri Fitrianto (paling kiri), dan Kabag Humas, Publikasi, dan Perlindungan Konsumen Divisi Sekretaris Perusahaan Bank Nagari, Intan Evannita Evandry. (Dok : Istimewa)
Dirut Bank Nagari Muhamad Irsyad (dua dari kanan), Chairman Infobank Eko B Supriyanto, Pinca Bank Nagari Syariah Padang Heri Fitrianto (paling kiri), dan Kabag Humas, Publikasi, dan Perlindungan Konsumen Divisi Sekretaris Perusahaan Bank Nagari, Intan Evannita Evandry. (Dok : Istimewa)

Penulis: Fajril

Bali, Arunala - Bank Nagari terus menuai prestasi. Buktinya, Unit Usaha Syariah (UUS) Bank Nagari kembali meraih penghargaan Infobank 11th Sharia Awards 2022 dari Majalah Infobank dengan predikat Excellent, dalam kelompok UUS beraset Rp2,5 triliun sampai di bawah Rp5 triliun.

Penghargaan Infobank 11th Sharia Awards 2022 itu diterima Direktur Utama (Dirut) Bank Nagari, Muhamad Irsyad saat Islamic Finance Summit 2022, di The Stones Hotel, Legian, Bali, Kamis (22/9).

Pada iven tersebut bertemakan "Building Economic Resilience During Uncertainty by Strengthening Halal Industry: Arah Pengembangan Perbankan dan Keuangan Syariah Dalam RUU P2SK".

Baca Juga

"UUS Bank Nagari berada di posisi terdepan di kelompok UUS kelas aset Rp 2,5 triliun sampai di bawah Rp5 triliun dalam penghargaan tersebut. Bahkan, UUS Bank Nagari berhasil meraih skor sebesar 94,03 persen, yang kemudian disusul oleh Bank Kaltimtara dan Bank Kalsel," kata Direktur Utama Bank Nagari, Muhamad Irsyad.

UUS Bank Nagari, sebut Irsyad, mampu memaksimalkan kinerja bisnis dengan sangat baik dalam setahun terakhir. Skor ini meningkat dibanding tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 86,10 persen.

Pada tahun 2021, UUS Bank Nagari dengan aset sebesar Rp2,66 triliun, berhasil membukukan sejumlah pertumbuhan yang positif. Yaitu dari sisi pembiayaan tumbuh 30,03 persen secara tahunan atau menjadi Rp2,06 triliun dari Rp1,58 triliun pada 2020. Pertumbuhan ini di atas rata-rata Industri yang tercatat 11,59 persen.

"Kenaikan pembiayaan UUS Bank Nagari juga diikuti dengan kualitas pembiayaan yang terjaga, ditandai dengan rasio Non Performing Financing (NPF) yang mengalami penurunan dari 2,27 persen pada tahun 2020 menjadi 1,65 persen pada 2021. Ini membuktikan, Bank Nagari mampu mengelola kualitas pembiayaannya menjadi lebih baik," paparnya.

Sementara dana pihak ketiga (DPK) UUS Bank Nagari tercatat Rp2,48 triliun atau tumbuh 16,37 persen. Dengan tumbuhnya dari sisi pembiayaan dan DPK turut mendorong perolehan laba UUS Bank Nagari menjadi RP67,78 miliar atau tumbuh 74,18 persen.

Kenaikan laba ini seiring dengan rasio profitabilitas Return On Asset (ROA) UUS Bank Nagari tumbuh 2,60 persen, naik dari tahun sebelumnya yang tercatat 1,68 persen.

Ditambahkan Direktur Kredit dan Syariah Bank Nagari, Gusti Candra, prestasi yang diraih oleh UUS Bank Nagari ini merupakan hasil bersama dari direksi Bank Nagari serta seluruh karyawan Bank Nagari.

"Dengan prestasi yang didapatkan tersebut, kami berharap UUS Bank Nagari terus termotivasi untuk bisa berkontribusi semaksimal mungkin dalam peningkatan perekonomian, khususnya syariah, di Sumbar," harapnya.

Infobank 11th Sharia Awards 2022 didasarkan pada rating 98 Institusi Keuangan Syariah versi Infobank 2022 yang dikeluarkan oleh Biro Riset Infobank (birI).

Biro Riset Infobank (birI) melakukan penilaian kinerja terhadap tiga hal utama, yakni rasio keuangan penting, pertumbuhan, dan tata kelola perusahaan selama periode kinerja 2020 - 2021.

Penilaian GCG dan manajemen risiko melengkapi pendekatan yang selama ini dipakai Biro Riset Infobank dalam mengukur kinerja keuangan institusi keuangan syariah, yaitu pendekatan rasio keuangan penting dan pertumbuhan.

Biro Riset Infobank kemudian menerapkan lima langkah besar untuk menentukan rating dengan predikatnya hingga peringkat.

Satu, menentukan formula rating yang didasarkan pada perkembangan institusi keuangan syariah dan kebijakan regulator serta pencapaian secara industri.

Kedua, mengumpulkan laporan keuangan institusi keuangan syariah yang terdiri atas neraca dan rugi laba selama dua tahun beserta laporan GCG dan profil risikonya.

Ketiga, memasukkan skor GCG dan profil risiko serta mengolah angka-angka dengan berbagai rasio dan pertumbuhan yang sudah ditetapkan untuk dikaitkan dengan pembobotan.

Keempat, memberikan notasi akhir untuk menentukan predikat. Dan kelima, memasukkan bank syariah, bank perkreditan rakyat syariah (BPRS), perusahaan asuransi syariah, serta perusahaan penjaminan syariah berdasarkan ukurannya seperti yang sudah ditentukan.

Berkaitan dengan penambahan penilaian GCG tersebut, Chairman Infobank Media Group, Eko B Supriyanto mengatakan bahwa industri keuangan syariah nasional perlu menerapkan GCG yang akuntabel dan inovasi teknologi yang progresif.

"Tidak cukup hanya melakukan pendekatan pada sisi emosional nasabah syariah semata. Lembaga keuangan yang bergerak di sektor keuangan syariah juga perlu menjaga citra excellence melalui penerapan GCG dan manajemen risiko yang baik," ucap Eko.

Eko melanjutkan, hanya dengan begitu maka lembaga keuangan syariah dapat bertumbuh secara berkelanjutan di tengah ketatnya kompetisi pasar. (*)

Komentar