Bayi Kembar Siam Berbadan Satu Berkepala Dua Meninggal Dunia

Metro- 23-09-2022 18:42
Ilustrasi bayi. (Dok : Istimewa)
Ilustrasi bayi. (Dok : Istimewa)

Penulis: Fajril

Padang, Arunala - Innalillahi wa innailahi rojiun. Bayi kembar siam asal Padangpariaman meninggal dunia usai mendapat perawatan intensif di ruangan Neonatal Intensive Care Unit (NICU) RSUP M Djamil Padang, sekitar pukul 16.30 WIB, Jumat (23/9).

Diketahui, bayi tersebut dirujuk dari RSUD dr Sadikin, Pariaman. Bayi dari pasangan Ardianto, 35, dan Ayu Septiani, 30, itu lahir pada Rabu (21/9).

"Iya, betul. Pasien meninggal dunia sekitar pukul 16.30 WIB tadi," kata Juru Bicara RSUP M Djamil Padang, Gustavianof, Arunala.com , Jumat (23/9).

Baca Juga

Bayi berjenis kelamin laki-laki berbadan satu berkepala dua itu meninggal dunia usai mendapatkan perawatan intensif dari tim dokter dari RSUP M Djamil Padang.

"Yang jelas, kita sudah berusaha bersama-sama. RSUP M Djamil sudah berusaha. Sampai meninggal, didampingi oleh tim," tuturnya seraya mengatakan jenazah pasien saat telah dibawa ke kampung halamannya di Limaupuruik, Kecamatan V Koto Timur, Padangpariaman.

Sebelumnya, Direktur Utama RSUP M Djamil, Yusirwan Yusuf mengatakan, pihaknya memberikan perawatan intensif kepada bayi tersebut. Sebelum meninggal, bayi diketahui dalam kondisi kritis.

"Kondisi bayi kembar siam berbadan satu berkepala dua yang dirujuk dari RSUD Dokter Sadikin Pariaman masih kritis. Setelah diinvestigasi, saturasi oksigen bayi kembar siam ini 60-an. Sehingga tidak bisa lepas dari ventilator," kata Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Padang ini lagi.

Dari hasil sementara pemeriksaan, bayi kembar siam ini memiliki dua jantung.

"Bayi kembar siam ini memiliki satu bilik dan satu serambi. Artinya, darah kotor dan darah bersih bercampur. Dan jantung ini dempet dengan satu bayi lagi," paparnya.

Kemudian, sebut Yusirwan, bayi kembar siam ini memiliki tangan dua, kaki dua, satu jenis kelamin laki-laki dan satu anus.

"Inilah sebetulnya bayi kembar siam asimetrikal. Bahwa untuk pemakaian dua orang, kaki berjalannya cuma dua. Dan tidak bisa dipisah," sebutnya.

Untuk anusnya, sebut Yusirwan, satu. Artinya saluran pencernaannya hanya satu. Jadi, ususnya cuma satu.

"Paru-paru dua. Seharusnya jika normal memiliki empat paru-paru. Dua paru-paru itu pun pengembangan tidak sempurna karena beban yang ditanggung bayi kembar siam ini luar biasa," sebut Yusirwan.

Melihat kondisi demikian, sebut Yusirwan, untuk dilakukan operasi belum layak.

"Tapi, kami akan rapat bersama tim, bagaimana berpacu dengan waktu," tuturnya. Kenapa? Ia menyebutkan jantung dengan dua ruangan itu bersatu dengan jantung bayi yang satu lagi.

Artinya, darah kotor maupun darah bersih bercampur aduk semua. Akibatnya, oksigen yang dipompakan ke seluruh tubuh tidak begitu baik.

"Tulang belakang bayi kembar siam ini hanya satu," sebutnya.

Kondisi bayi kembar siam ini luar biasa. Artinya tidak dimungkinkan secara medis, ini dipisahkan hidup kedua-duanya tidak bisa dan tidak ada harapan.

Tentunya nanti akan ada operasi life serving kalau memang keadaan bayi mulai membaik dan layak untuk dioperasi agar saat masuk ke dalam ruang operasi keadaan bayi bisa stabil.

"Dan tim nanti akan memutuskan apa saja yang akan dipisahkan, karena pemisahan jantung bayi sangat rumit dan keadaan bayi tersebut pun jantungnya bocor sana sini," jelasnya.

Ia mengatakan sebanyak 32 tenaga medis di RSUP Dr M Djamil Padang dikerahkan untuk merawat bayi itu.

"Kami sudah bentuk tim khusus untuk menangani bayi kembar siam tersebut. Ada 35 anggota tim yang sudah dibentuk," Yusirwan Yusuf.

Ke-35 anggota tim tersebut, ujar Yusirwan, terdiri mulai dari dokter spesialis, dokter bedah dan non bedah hingga tim pendukung laboratorium.

"Ada dokter spesialis paru, dokter syaraf anak, bedah anak, bedah jantung, bedah plastik, ortopedi dan lain sebagainya. Tim ini yang bekerja memantau perkembangan bayi," tukasnya.

Komentar