Kota Pariaman Bakal Dijadikan Kota Literasi

Metro- 29-09-2022 16:18
Wako Genius Umar ketika mengunjungi Perpusnas di Jakarta, Kamis (29/9). (Dok : Istimewa)
Wako Genius Umar ketika mengunjungi Perpusnas di Jakarta, Kamis (29/9). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Jakarta, Arunala - Wali Kota Pariaman, Genius Umar temui pimpinan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI), di Jakarta, Kamis (29/9) dalam canangkan Pekan Literasi Pariaman. Kehadiran Genius Umar ke Perpusnas itu berhubungan dengan inovasi yang akan dilakukannya dengan menjadikan Kota Pariaman kota literasi.

"Kota Pariaman itu bagian dari nasional, kota yang saya pimpin di literasi resmi maupun literasi fiksi, tidak bisa lepas dari perjalanan sejarah Republik tercinta ini," ujar Genius Umar.

Selain itu, untuk mendukung Kota Pariaman sebagai tujuan wisata, Genius juga mengajukan Program Pekan Literasi Pariaman sebagai salah satu iven yang mendukung kepariwisataan yang sudah didukung blue print perencanaan pembangunan Kota Pariaman dengan segera hadir gedung perpustakaan representatif di tahun 2023 nanti dengan koleksi buku yang lengkap bantuan dari Perpusnas RI.

Baca Juga

Menurutnya, fungsi utama atau pokok dari perpustakaan nasional ialah mengumpulkan dan melestarikan literatur nasional dengan sasaran selengkap mungkin.

Di samping itu Gedung Perpustakaan di Pariaman juga berfungsi untuk ruang pendidikan dan sinerjistas proram di Kota Pariaman, yang nantinya berada di kawasan strategis, lokasi di jalan by pass jalan utama dan bersebelahan dengan Universitas Sumatera Barat.

Selain kunjungan di Perpusnas ini, Genius Umar juga menunggu hadirnya Presiden RI dalam pertemuan resmi atas undangan Sekretariat Negara untuk pertemuan kepala daerah dengan presiden RI.

Maka sambil menunggu acara pertemuan dengan presiden, Genius memanfaatkan untuk konsultasi ke perpustakaan nasional.

"Kota Pariaman mendapatkan bantuan DAK dari perpustakaan nasional tahun 2023 untuk membangun Gedung Perpustakaan dengan nilai Rp10 miliar lebih," ujar Genius.

Nantinya, keberadaan perpustakaan ini akan mendukung kota pariaman sebagai kota pendidikan yang memiliki banyak program unggulan di bidang pendidikan dan juga keberadaan perpustakaan ini akan mendukung pariaman sebagai kota wisata dengan konsep "tourism library".

Saat ini, Kota Pariaman banyak memiliki program unggulan di sektor pendidikan, yakni program wajib belajar 12 tahun, sehingga anak anak usia SD sampai SLTA harus sekolah.

"Pemerintah kota membiayai biaya pendidikan tersebut dalam artian Pemko menggratiskan biaya pendidikan sampai SMA, Program Satu Keluarga Satu Sarjana (Saga Saja) kuliah gratis bagi calon mahasiswa yang kurang mampu," pungkas Genius Umar.

Komentar