Dilaporkan 1 Tewas, Sejumlah lagi Luka-luka

Metro- 01-10-2022 11:16
Tim medis sedang menanggani warga yang alami luka-luka akibat gempa di Tapanuli Utara, Rabu dini hari (1/10). (Dok : Istimewa)
Tim medis sedang menanggani warga yang alami luka-luka akibat gempa di Tapanuli Utara, Rabu dini hari (1/10). (Dok : Istimewa)

Penulis: Derizon Yazid

Jakarta, Arunala - Seorang warga meninggal dunia dalam kejadian gempa bumi berkekuatan magnitudo 6.0 mengguncang wilayah Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Sabtu (1/10) pukul 02.28 WIB.

Pusat gempa bumi itu berada pada posisi 2.13 LU - 98.89 BT di kedalaman 10 kilometer dan tidak berpotensi tsunami.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D melalui rilis yang diterima Arunala.com Sabtu pagi (1/10), menyebutkan, laporan visual sementara yang diterima Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), satu orang warga dilaporkan meninggal dunia, beberapa warga yang mengalami luka di bagian kepala dan sudah mendapatkan perawatan yang intensif.

Baca Juga

"Adapun kerusakan maupun keseluruhan korban luka dan lainnya masih dalam proses pendataan lebih lanjut oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama lintas instansi terkait," sebut Abdul Muhari dalam siaran persnya.

Gempa bumi M 6.0 Tapanuli Utara menurut rangkuman data per pukul 06.00 WIB telah diikuti gempa susulan di atas M 5.0 hingga dua kali.

Adapun yang pertama gempa bumi berkekuatan M 5.1 pada pukul 02.50 WIB pada kedalaman 10 kilometer dan berada di posisi 2.05 LU - 98.99 BT.

Kemudian gempa bumi susulan berikutnya terjadi selang 47 menit kemudian atau pukul 03.37 WIB. Gempa tersebut berkekuatan M 5.0 pada kedalaman 10 kilometer dan berpusat di 2.03 LU - 98.97 BT.

Rentetan gempa di atas dirasakan sedang hingga kuat selama 3-5 detik di beberapa wilayah kabupaten mulai dari Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Toba, Tapanuli Tengah, Labuhan Batu Utara dan Kota Medan.

Pihak Pemkab Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan dan Toba melaporkan masyarakat sempat panik dan berhamburan keluar rumah.

Sesaat setelah terjadi gempa, listrik padam. "Hingga saat ini belum tahu berapa bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa tersebut," pungkas Abudl Muhari.

Abdul Muhari menyatakan, sebagai bentuk antisipasi masyarakat terhadap potensi dan ancaman bencana yang dapat ditimbulkan oleh gempa, maka BNPB mengajak masyarakat agar tidak perlu panik namun tetap meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap potensi gempa bumi susulan.

"Peringatan dini gempa bumi dapat dibuat dengan memanfaatkan barang-barang yang mudah dijumpai di rumah seperti menyusun kaleng secara bertingkat. Hal itu bertujuan dapat menjadi 'alarm' apabila terjadi gempa bumi,"ujar dia.

BNPB juga mengimbau agar masyarakat dapat memastikan jalur evakuasi keluar dari rumah tidak terhalang oleh benda dengan ukuran besar seperti lemari, meja, kulkas dan sebagainya.

Di samping itu, bagi masyarakat agar dipastikan tidak ada barang-barang besar seperti lemari, kulkas, meja dan lain-lain yang bisa menghalangi proses evakuasi keluar rumah saat terjadi gempa.

"Khusus bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir, perhatikan apabila terjadi gempa bumi yang berlangsung lebih dari 30 detik, maka diharapkan untuk segera menuju ke tempat yang lebih tinggi untuk menghindari kemungkinan terjadinya tsunami," imbuhnya.

Komentar